Dark/Light Mode

Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus Di Podcast Ngegas

Kopdes Ciptakan 1,2 Juta Lapangan Pekerjaan

Kamis, 27 Maret 2025 08:00 WIB
Deputi Pengembangan Usaha Koperasi, Kementerian Koperasi (Kemenkop) Panel Barus. (Foto: Fitri/RM)
Deputi Pengembangan Usaha Koperasi, Kementerian Koperasi (Kemenkop) Panel Barus. (Foto: Fitri/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto bertekad mensejahterakan masyarakat yang tinggal di desa. Salah satu terobosannya, yakni membentuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di 70 sampai 80 ribu desa di seluruh Indonesia. Selain bakal menggerakkan perekonomian masyarakat desa, Kopdes bisa membuka lapangan pekerjaan untuk sekitar 1,2 juta penduduk desa.

Pernyataan ini disampaikan Deputi Pengembangan Usaha Koperasi, Kementerian Koperasi (Kemenkop) Panel Barus saat menjadi narasumber di Podcast Ngegas yang dipandu wartawan Rakyat Merdeka, Siswanto, Rabu (26/3/2025).

Menurut Panel, tujuan utama pembentukan Kopdes tak lain untuk menghilangkan kemiskinan masyarakat yang ada di desa. Dari data yang ada, jumlah angka kemiskinan secara nasional, sebagian besar ada di desa. Termasuk kemiskinan ekstrem, juga terjadi di masyarakat desa.

Baca juga : Kemnaker Berantas Aksi Premanisme Berkedok Ormas

“Kemiskinan di desa terjadi terus-menerus karena mayoritas masyarakat terjebak pada praktik rentenir, tengkulak, dan ijon. Dengan Kopdes Merah Putih, kemiskinan bisa dihilangkan, dan ekonomi bisa ditingkatkan,” urai Panel, menjelaskan maksud dan tujuan Prabowo membentuk Kopdes Merah Putih.

Menurutnya, Kopdes berbeda dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun Koperasi Unit Desa (KUD). Prinsipnya, Kopdes milik warga desa, sedangkan BUMDes milik pemerintah desa. Anggota Kopdes merupakan warga desa yang sifatnya: dari dan untuk warga desa.

Berdasarkan Surat Edaran Menteri Koperasi, Kopdes Merah Putih terbentuk melalui musyawarah desa. Sehingga pemerintah desa harus terlibat, tapi tidak harus memiliki.

Baca juga : Kotak Kosong Manggung Lagi Di PSU Banjarbaru

“Kalau Presiden meyakini Kopdes sebagai instrumen peningkatan ekonomi, harusnya kepala desa juga memiliki keyakinan yang sama. Terlebih, semua asosiasi desa telah meneken MoU,” ungkap Panel.

Menurutnya, Kopdes Merah Putih sebagai langkah revolusioner Presiden. Mengingat, Ketua Umum Partai Gerindra itu ingin biaya konsumsi di desa bisa ditekan, karena selama ini masih tinggi.

Kata Panel, Kopdes Merah Putih bisa menjadi instrumen pendistribusian pupuk subsidi, benih, bahkan elpiji 3 kg. Sehingga harga jual elpiji bisa diintervensi sesuai dengan harga yang seharusnya.

Baca juga : Diperiksa KPK 3,5 Jam, Djan: Tanya Penyidiknya

Contoh lainnya saat masyarakat menanam padi. Karena terjebak praktik rentenir, tengkulak, dan ijon, mereka tidak bisa menikmati hasil panennya. Dampaknya, mereka justru membeli beras dengan harga yang lebih tinggi.

Selain itu, Presiden ingin Kopdes Merah Putih menjalankan beberapa unit usaha. Seperti toko sembako, klinik, toko obat murah, dan simpan pinjam. Sehingga Kopdes bisa memberikan modal bagi masyarakat untuk berusaha.

“Petani di desa tidak perlu lagi berurusan dengan rentenir maupun tengkulak. Mereka bisa menikmati hasil panen dan kembali mengkonsumsi dengan harga yang murah,” jelasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.