RM.id Rakyat Merdeka - Siapa sangka, memulai usaha sejak tahun 2016, kini bisnis penjualan pakaian dan perlengkapan bayi, Umma Baby mampu menembus pasar bisnis global.
Sebut saja Filipina, Singapura, Thailand dan Malaysia, menjadi negara utama memasarkan produk Umma Baby. Usaha yang didirikan pasangan suami istri Agung Wredho Mulyo dan Fatatul Mustika.
Awalnya, Agung dan Fatatul hanya fokus melayani pasar lokal di Malang, Jawa Timur. Namun, mimpi besar mendorong mereka untuk terus berkembang. Dengan memanfaatkan platform e-commerce, khususnya Shopee, Umma Baby berani melebarkan sayap ke seluruh Indonesia, dan akhirnya, ke pasar ekspor.
“Kami sama sekali tak berpikir akan bisa ekspor. Melayani permintaan dalam kota seperti di Malang saja kami sudah bersyukur,” katanya kepada Rakyat Merdeka/RM.id.
Agung menceritakan, dari modal sekitar Rp 1,5 juta, usahanya kini bisa mencapai pasar ekspor, karena didukung salah satunya melalui penjualan di platform e-commerce.
“Kemudian kami mulai melayani permintaan di seluruh Indonesia dulu. Setelah kami lihat pasarnya memungkinkan. Kami baru berani ekspor,” ujarnya.
Saat ini, Umma Baby tak hanya fokus pada penjualan pakaian dan perlengkapan bayi usia 0-3 bulan, tetapi juga pakaian balita, dan anak-anak.
Menurut Agung, yang membuat Umma Baby diminati adalah, karena produknya memiliki keunikan tersendiri. Di Filipina misalnya, warna monokrom dan netral menjadi pilihan favorit.
Lalu di Singapura, sarung tangan dan kaki bayi justru menjadi produk yang paling laris. Kemudian di Malaysia dan Thailand, misalnya, paket pakaian bayi dengan warna cerah dan motif ramai sangat diminati.
“Intinya kami terus berinovasi dari sisi desain dan coraknya. Bahkan kami juga berusaha mengikuti tren fesyen orangtua si bayi. Yang kemudian kami coba implementasikan di produk pakaian anak-anak,” tuturnya.
Omzet Umma Baby saat ini bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Ke depan, mereka ingin sekali menambah negara tujuan ekspor untuk memasarkan produknya.
Baca juga : Industri E-Commerce Masih Mainkan Jurus Bakar Uang
Agung mengungkapkan, sampai pada akhirnya Umma Baby bisa melakukan ekspor karena dibantu dan didukung oleh salah satu platform yaitu, Shopee.
Di Shopee, kata Agung, ia diajak untuk mulai melebarkan sayap usahanya. Melalui program Shopee Ekspor, ia diajarkan mulai dari persiapan untuk ekspor, hingga bagaimana menjaga kualitas produk agar tetap memenuhi permintaan ekspor.
Bahkan ia juga diajarkan bagaimana melihat tren pasar di negara tujuan. Karena menurutnya, tidak banyak perusahaan e-commerce yang memberikan panduan sedetail ini.
“Kalau tidak didukung lewat platform ini, tidak mungkin kami dapat melayani puluhan ribu order dalam sehari,” ucapnya.
Diakui Agung, digitalisasi membuat usahanya kian terbuka dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas, tanpa batasan geografis. Yang pada ujungnya, ikut mendongkrak level ekonomi keluarga maupun orang-orang sekitarnya. Bahkan turun mendukung pendapatan ekonomi dalam negeri.
“Digitalisasi sangat penting bagi UMKM, karena membuka banyak peluang untuk berkembang dan bersaing di era modern. Ini bukti yang sudah saya rasakan sampai detik ini,” katanya.
Seperti media sosial, website, dan platform e-commerce memungkinkan UMKM untuk mempromosikan produk dan layanan mereka dengan lebih mudah dan efektif.
Ketua Umum Asosiasi UMKM Hermawati Setyorini turut mengamini. Ia mengatakan, pemanfaatan teknologi, menjadi salah satu strategi jitu yang harus dilakukan UMKM untuk bisa sukses.
“Teknologi memudahkan pengusaha UMKM untuk menentukan pasar yang ingin dituju. Mencari tahu pasar atau target konsumen dari produk usahanya. Jangan tidak hanya sekadar ikut tren,” katanya kepada Rakyat Merdeka.
Hermawati mengimbau, para pengusaha UMKM untuk terus memodernisasi usahanya, meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar.
“Bagaimana pun, apa yang menjadi kendala UMKM itu harus dicarikan solusinya. Dukungan dari platform e-commerce misalnya yang dilakukan oleh usaha Umma Baby menjadi contoh UMKM mengatasi berbagai hambatan,” katanya.
Baca juga : ComBo Tawarkan Solusi untuk Bisnis yang Kesulitan Kelola Iklan Digital
Untuk itu, ia terus mendorong, agar Pemerintah, BUMN (Badan Usaha Milik Negara), dan swasta, perlu bersinergi dalam membentuk ekosistem UMKM. Khususnya dalam meningkatkan kapasitas usaha UMKM.
“Seperti yang telah dilakukan Kementerian UMKM misalnya, terus melaksanakan program inkubasi bisnis berupa pelatihan, pendampingan, dan bermitra dengan perguruan tinggi, start-up, agregator, dan organisasi inkubator bisnis lainnya perlu terus diapresiasi,” ujar Hermawati.
Go Digital, Go Ekspor
Menjawab hal tersebut, Menteri UMKM Maman Abdurrahman memastikan, Kementerian UMKM berencana akan membangun integrasi UMKM menjadi sebuah ekosistem melalui platform digital bertajuk ‘SAPA UMKM.’ Ia menyebutnya sebagai aplikasi UMKM di seluruh Indonesia.
Selain menggabungkan program UMKM dari 27 kementerian dan lembaga, platform SAPA UMKM ini juga akan mengintegrasikan data UMKM.
“Super Apps ini tidak hanya menjadi pusat informasi, tetapi juga wadah komunikasi dan interaksi antar pengusaha UMKM,” katanya saat berbincang dengan media di acara silaturahmi dan Buka Puasa Bersama, di Jakarta, Rabu (19/3/2025).
Menteri Maman mengatakan, perlu bagi para pengusaha UMKM untuk memodernisasi usahanya. Sehingga kehadiran SAPA UMKM diharapkan menjadi terobosan dalam mendukung digitalisasi UMKM, dan meningkatkan daya saing produk-produk lokal di pasar domestik maupun internasional.
“Karena kita semua tahu, trennya saat ini orang makin banyak yang memilih belanja secara online. Jadi, segala informasi, kebutuhan pelaku UMKM dalam menghadapi persaingan. Seperti akses pembiayaan, pelatihan, pemasaran, hingga peluang ekspor diintegrasikan menjadi satu wadah,” ujarnya.
Ia optimistis, Super Apps akan menjadi langkah besar dalam digitalisasi ekosistem UMKM dan diproyeksi mampu mengakomodasi hingga 40 juta pengusaha UMKM.
Aplikasi ini, sambungnya, dirancang menggunakan teknologi canggih seperti machine learning dan Artificial Intelligence (AI) untuk memberikan informasi yang terus diperbarui, termasuk potensi pasar dan perkembangan usaha.
Baca juga : Teknologi Cloud Makin Berkembang, Sivali Dan ITTS Siapkan SDM Ahli
“Nah sekarang, tinggal yang lagi mau kami tata itu sebetulnya marketing fee di e-commerce. Jadi jangan semua sudah bergeser, masyarakat udah mulai belanja online, ini e-commerce asal saja naikkan marketing fee,” imbaunya.
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana menambahkan, diintegrasikan dengan Online Single Submission (OSS) yang dikelola Kementerian Investasi mengurus perizinan dan terhubung dengan berbagai sumber pembiayaan seperti perbankan, KUR (Kredit Usaha Rakyat), dan lembaga pembiayaan non-bank.
“SAPA UMKM tidak hanya menyediakan informasi berupa program dan akses pembiayaan, tetapi juga berbagai materi pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, bahkan hingga ekspor,” terangnya di kesempatan yang sama.
Salah satu upaya dalam mendukung digitalisasi UMKM untuk bisa ekspor, Kementerian UMKM bekerja sama dengan Smesco dan Shopee. Mendorong pemasaran produk UMKM Indonesia dengan menjangkau 10 negara jaringan Shopee, melalui inisiasi program 'Anak Muda Bisa Ekspor.’
Sementara itu, salah satu platform e-commerce di Tanah Air, Shopee mencatat, telah memasarkan lebih dari 50 juta produk UMKM ke Asia Tenggara, Asia Timur, dan Amerika Latin sejak 2019 melalui Program Ekspor Shopee.
Head of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira memastikan, pihaknya terus mendukung promosi produk lokal melalui kanal Shopee Pilih Lokal, yang pada 2024 mencatat peningkatan penjualan hingga 200 persen.
Selanjutnya, Shopee dan Smesco juga mengadakan pelatihan bagi UMKM fesyen untuk mengoptimalkan ekspor. Lewat FGD (Focus Group Discussion) dan talkshow, UMKM mendapatkan pengetahuan soal akses ekspor serta tren fesyen di Malaysia.
“Dari pelatihan ini, UMKM bisa menyusun strategi pemasaran produk yang lebih efektif dan relevan, sehingga bisa menarik lebih banyak pembeli dari mancanegara,” katanya dalam konferensi pers program 'Anak Muda Bisa Ekspor di Jakarta, Kamis (20/2/2025).
UMKM yang tergabung dalam program 'Anak Muda Bisa Ekspor' telah dikurasi dan diikutkan dalam program inkubasi oleh pihak Smesco dan Shopee Indonesia, sehingga terpilih 18 UMKM potensial ekspor dari sektor fesyen. Seperti ready to wear, sport wear, kidswear. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.