Dark/Light Mode

Apa Itu Teknologi Genomik? Inovasi Baru RSCM Tangani Penyakit Metabolik

Selasa, 24 Desember 2024 16:46 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Foto: Kemkes
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Foto: Kemkes

RM.id  Rakyat Merdeka - Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) kembali menggebrak dunia kesehatan dengan meluncurkan layanan berbasis teknologi genomik.

Inovasi ini ditujukan untuk menangani penyakit metabolik seperti diabetes, kolesterol tinggi, hingga obesitas yang jumlah penderitanya semakin meningkat di Indonesia.

Teknologi yang diluncurkan di Gedung RSCM Kencana, Jakarta, Senin (23/12) ini merupakan bagian dari program Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi) yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin (BGS), menegaskan teknologi genomik ini penting untuk mendukung transformasi sistem kesehatan Indonesia.

Baca juga : Pendidikan & Pangan Didorong Gunakan AI

“Teknologi genomik telah mengubah cara kita memahami kesehatan dan penyakit. Sama seperti penemuan rontgen di awal abad ke-20 yang merevolusi ilmu medis, genomik adalah kunci masa depan kesehatan,” ujar Menkes dalam sambutannya.

Lebih lanjut, BGS meminta agar hasil penelitian yang dilakukan RSCM tidak hanya berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi benar-benar diterapkan untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.

"Hasil penelitian tidak hanya menjadi publikasi ilmiah, tetapi juga dikembangkan menjadi layanan konkret," tegasnya.

Direktur Utama RSCM, dr. Supriyanto, juga menekankan bahwa layanan ini menjadi wujud nyata dari komitmen RSCM dalam menjalankan transformasi kesehatan yang dicanangkan Kementerian Kesehatan. 

Baca juga : Gerakan Indonesia Bugar Dapat Dukungan Senayan

“Inovasi ini menunjukkan komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia melalui penelitian dan inovasi,” ujarnya.

Adapun layanan unggulan yang diperkenalkan mencakup:

  • Tes Familial Hiperkolesterolemia, untuk mendeteksi jenis kolesterol tinggi akibat mutasi genetik yang mengontrol kadar kolesterol dalam darah.
  • Tes Farmakogenetik, yang membantu dokter menentukan pengobatan paling efektif sesuai profil genetik pasien.
  • Tes Nutrigenomik, untuk merancang diet personal guna mencegah dan mengelola kondisi metabolik seperti diabetes dan obesitas.

Lalu apa itu teknologi genomik?

Dilansir dari beberapa sumber, teknologi genomik adalah cabang ilmu yang mempelajari genom, yaitu rangkaian DNA lengkap suatu organisme, untuk menciptakan solusi di dunia nyata.

Baca juga : Kemajuan Teknologi Harusnya Tingkatkan Minat Baca Masyarakat

Teknologi ini mencakup: Identifikasi dan karakterisasi semua gen dan elemen fungsional dalam genom, Pemahaman bagaimana gen berinteraksi, Penafsiran kode DNA, Pemanfaatan kode DNA untuk menciptakan solusi. 

Teknologi genomik dapat digunakan untuk mendeteksi dan mengobati penyakit, seperti kanker, stroke, jantung, dan ginjal. Teknologi ini juga dapat digunakan untuk mempelajari cara mengelola penyakit dengan lebih baik. 

Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan teknologi genomik karena memiliki keragaman genetik yang tinggi dan populasi yang besar. 

Kemenkes telah menerapkan BGSi untuk memetakan genom pasien dan mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular sejak dini. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.