Dark/Light Mode

Teknologi Cloud Makin Berkembang, Sivali Dan ITTS Siapkan SDM Ahli

Kamis, 20 Februari 2025 10:38 WIB
Sivali Cloud Technology kerjasama dengan Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS). (Foto: Ist)
Sivali Cloud Technology kerjasama dengan Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Teknologi komputasi awan atau cloud computing semakin pesat berkembang di Indonesia.

Berbagai sektor bisnis, mulai dari perbankan, keuangan, manufaktur, hingga telekomunikasi, kini mengadopsi teknologi ini karena keunggulannya dalam efisiensi, keamanan, dan peningkatan kapasitas tanpa perlu investasi besar pada infrastruktur fisik.

Menyadari pentingnya sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung transformasi digital ini, Sivali Cloud Technology menggandeng Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) untuk meluncurkan program Sahabat Ubuntu Indonesia – Jaringan Afiliasi Nusantara (SUI JAN). Program ini bertujuan membentuk komunitas dan jaringan afiliasi open-source Ubuntu Pro di Indonesia.

Baca juga : Anak Sering Susah Makan? Kenali Rasa Dan Tekstur Makanan

Presiden Direktur Sivali Cloud Technology, Wong Sui Jan menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja yang kompeten di bidang cloud computing semakin mendesak. “Kebutuhan sumber daya ini yang memacu Sivali untuk meluncurkan SUI JAN sebagai langkah strategis membangun komunitas open-source yang tangguh di Indonesia,” ujarnya dalam konferensi pers penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan ITTS, didukung oleh Canonical Amerika Serikat, di Tangsel, Banten, belum lama ini.

Program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan manajemen infrastruktur, membuka peluang karier, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan transformasi digital di Indonesia. Kegiatan yang akan digelar dalam program ini mencakup pelatihan profesional, pembangunan jaringan para ahli, dan pengembangan ekosistem open-source bersama komunitas lokal.

Rektor ITTS, Onno W. Purbo menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah besar dalam membangun ekosistem cloud berbasis open-source. Regulasi seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) dan aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (POJK) menegaskan pentingnya penggunaan data center lokal.

Baca juga : Pelimpahan Berkas, Tom Lembong Ngaku Siap Disidangkan

“Namun, kita tidak hanya butuh infrastruktur fisik, tetapi juga tenaga ahli di bidang networking, cloud infrastructure, DevOps, dan Site Reliability Engineering (SRE) untuk memastikan operasional yang efisien dan aman,” kata Onno.

Ia menegaskan, kerja sama ini tidak hanya bermanfaat bagi ITTS, tetapi juga bagi banyak institusi pendidikan lainnya di Indonesia. “Kita ingin menyebarkan ilmu ini ke sebanyak mungkin kampus, sekolah, dan SMK agar bangsa ini tidak terus bergantung pada vendor asing dalam bidang infrastruktur digital,” tambahnya.

Co-Founder dan Executive VP Sivali Cloud Technology, Ryo Ardian optimistis, kerja sama ini akan melahirkan SDM yang siap bersaing di tingkat global. “Jika belajar Kubernetes, OpenStack, Ubuntu, kita belajar membangun infrastruktur dari nol. Bukan hanya menjadi pengguna, tetapi juga generasi builder yang memiliki keahlian dan nilai tambah,” ujarnya.

Baca juga : Indonesia Makin Mesra Dengan Negara Berkembang, Tapi Tak Renggang Dengan Adidaya

Menurut Ryo, tren terbaru menunjukkan bahwa perusahaan kini lebih memilih solusi private cloud berbasis open-source yang dikelola oleh SDM lokal dibandingkan vendor asing dengan biaya tinggi dan layanan support yang lambat. Hal ini membuka peluang besar bagi generasi muda Indonesia untuk terjun ke industri cloud computing.

Peluang karier dalam bidang ini pun semakin luas, mencakup tenaga ahli di data center, data science, fintech, keamanan siber, kecerdasan buatan (AI), hingga pengembangan aplikasi dan software engineer.

Program Sahabat Ubuntu Indonesia ditargetkan bagi mahasiswa, siswa SMK, pegiat open-source, hingga freelancer yang ingin menambah layanan berbasis Ubuntu Pro dalam portofolio mereka. Dengan dukungan Sivali dan Canonical, program ini diharapkan menciptakan dampak positif dalam perjalanan transformasi digital Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.