Sebelumnya
Sementara Takayuki Ueda, Presiden dan CEO INPEX Corporation menegaskan, pelaksanaan Inisiasi FEED OLNG merupakan pencapaian penting, yang menunjukkan kemajuan berkelanjutan dari Proyek Abadi.
“Proyek ini akan memberikan nilai besar dalam memperkuat ketahanan energi nasional Indonesia,” ujarnya. Proyek LNG Abadi, lanjut Ueda, juga dirancang menjadi proyek LNG pertama di Indonesia, yang menerapkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak awal pengembangannya. Pendekatan ini akan memainkan peran penting dalam mendukung target nasional dekarbonisasi Indonesia.
Ueda yang berpengalaman lebih dari 30 tahun dalam industri energi dan hubungan internasional ini menjelaskan, proyek ini tidak hanya akan membuka potensi sumber daya gas yang signifikan ke depannya, tapi juga mencerminkan komitmen pihaknya terhadap energi bersih melalui teknologi CCS.
Baca juga : KPK Dalami Gratifikasi Dari Proyek Dinas PUPR Banjar
INPEX, lanjutnya, telah menjadi mitra terpercaya dalam sektor energi Indonesia sejak 1966. Dengan operasi yang aman, andal, dan efisien, serta hubungan yang kuat dan berkelanjutan dengan Pemerintah, pihaknya pun membawa pengalaman luas dalam menjalankan proyek-proyek energi berskala besar.
“Kami sangat menghargai dukungan yang terus diberikan Pemerintah Indonesia dan seluruh mitra kami. Kami berharap, dapat terus memberikan kontribusi bagi kemajuan bersama,” tambah Ueda, yang bergabung dengan INPEX sejak 2017 ini.
Pihaknya pun menjelaskan rencana memulai tahapan FEED pada pertengahan tahun ini. Sekaligus menargetkan pengambilan keputusan investasi akhir (FID) sebelum masuk ke fase rekayasa, pengadaan, konstruksi, dan instalasi (EPCI).
“Kami berkomitmen melakukan segala upaya, guna memulai produksi tepat waktu, sejalan dengan kebijakan dan harapan Pemerintah Indonesia. Ini proyek yang kompleks dengan tantangan besar. Namun INPEX yakin, melalui pengalaman kami, Proyek Abadi akan dapat direalisasikan dengan sukses,” tegasnya.
Mantan Direktur Jenderal Badan Sumber Daya Alam dan Energi serta Wakil Menteri Urusan Internasional, Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang ini pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir.
Sementara Kenji Hasegawa, Presiden Direktur INPEX Masela, LTD, juga menyatakan kebanggaannya, karena dapat mencapai tonggak penting ini secara bersama. “Kami menantikan kerja sama berkelanjutan menuju FID,” tutupnya.
Baca juga : Pembiayaan UMKM BSI Tembus Rp 21,37 Triliun Di Februari 2025
Untuk diketahui, sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional di sektor energi, Proyek Gas Abadi berperan penting mewujudkan ketahanan energi nasional berbasis energi bersih.
Proyek LNG Abadi mencakup pembangunan dua train likuefaksi LNG di darat, dengan total kapasitas produksi sebesar 9,5 juta metrik ton per tahun (MTPA), penyaluran gas pipa sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk kebutuhan domestik, dan produksi kondensat sekitar 35.000 barel per hari (BCPD).
INPEX mengelola Lapangan Gas Abadi dengan partisipasi 65 persen, bersama mitra Pertamina Hulu Energi Masela (20 persen) dan Petronas Masela Sdn. Bhd. (15 persen). (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.