RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengunjungi Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) AQUA Klaten serta Daerah Konservasi di Dusun Gumuk, Mriyan, Boyolali, Jumat (18/4/2025). Hanif datang untuk melihat langsung proses konservasi berbasis Daerah Aliran Sungai (DAS) dan implementasi skema Pembayaran Jasa Lingkungan (PJL) yang dikembangkan AQUA Klaten bersama mitra di Sub DAS Pusur.
Konservasi sumber daya air merupakan salah satu fokus jangka panjang pemerintah. Untuk itu, Kementerian Lingkungan Hidup secara konsisten mendorong berbagai upaya konservasi yang terintegrasi, inklusif dan berkelanjutan.
Dalam kunjungannya, Hanif Faisol mengapresiasi kolaborasi multipihak dalam menjalankan upaya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan di wilayah sub-DAS Pusur. Penerapan skema PJL di sub-DAS Pusur yang melibatkan partisipasi aktif multipihak, dengan terjalin kolaborasi yang baik antar kelompok masyarakat seperti Pusur Institute, pelaku industri seperti AQUA, Pemerintah Kabupaten Boyolali, serta Pemerintah Kabupaten Klaten, membentuk sinergi yang mulus dalam upaya konservasi.
Kata Hanif, konservasi sumber daya alam dari hulu ke hilir sangat penting, karena ekosistem bersifat saling terhubung. "Saya berharap skema PJL yang melibatkan berbagai sektor seperti ini dapat di-scale up dan direplikasi di berbagai wilayah lainnyadi Indonesia,” dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (19/4/2025).
Baca juga : Cegah Tawuran Selama Ramadan, DPRD DKI Dorong Kolaborasi Semua Pihak
Dalam kesempatan ini, sekaligus diperkenalkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pengembangan Sistem Pembayaran Jasa Lingkungan. Peraturan ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi multipihak dalam upaya pemanfaatan sumber daya yang efektif dan berkelanjutan.
VP General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto mengatakan, aksi kolektif pengelolaan sumber daya air terintegrasi dari hulu hingga hilir yang diinisiasi AQUA mempertegas tekad perusahaan dalam membantu pemerintah menciptakan kelestarian lingkungan. “Kami menyadari bahwa mendorong keberlanjutan merupakan langkah penting untuk memberikan dampak nyata bagi kelestarian lingkungan dan masyarakat," ujarnya.
Hal ini, lanjut Vera, sejalan dengan komitmen perusahaan yang tertuang dalam pilar kedua Danone Impact Journey, melestarikan lingkungan. Untuk mewujudkannya, AQUA secara konsisten terlibat aktif dalam pengelolaan sumber daya airyang terintegrasi dari hulu hingga hilir di sejumlah DAS di wilayah kegiatan operasional, termasuk penerapan pendekatan PJL di sub-DAS Pusur, Klaten. "Skema PJL ini memberikan insentif kepada masyarakat yang berperan aktif dalam konservasi sumber daya alam sekaligus memastikan terjaganya ketersediaan air,” ucapnya.
Pendekatan Kolaboratif Terintegrasi
PJL mendorong kolaborasi antara industri, masyarakat, dan lembaga untuk menjaga ketersediaan air melalui insentif atas praktik konservasi terintegrasi. Skema ini telah diinisiasi AQUA bersama pemerintah daerah setempat, mitra LSM dan komunitas di berbagai wilayah Sub DAS seperti Cicatih, Jawa Barat; Kedunglarangan, Jawa Timur; Rejoso, Jawa Timur; Ayung, Bali; serta Pusur, Jawa Tengah. Pendekatan PJL memberikan penghargaan kepada masyarakat yang menerapkan teknik seperti sumur resapan, rorak, pupuk organik, dan agroforestri. Industri berkontribusi melalui dukungan uang dan/atau sesuatu yang dapat dinilai dengan uang. Sementara, mitra LSM menjembatani koordinasi antar pihak serta menentukan nilai insentif berdasarkan faktor seperti kepemilikan lahan, pola tanam, dan jenis konservasi yang dilakukan.
Baca juga : Jadikan Anggaran Angkutan Umum sebagai Mandatory dalam Revisi UU LLAJ
Bupati Boyolali Agus Irawan mengatakan, program ini tidak hanya tentang memberikan insentif, tetapi juga mendorong kesadaran dan praktik pertanian di hulu yang mampu mencegah erosi danmenjaga keseimbangan air tanah di hilir. Selain berdampak positif bagi ekosistem, program ini juga menguntungkan secara ekonomi. Terlebih, debit mata air di sekitar kawasan konservasi berhasil menunjukkan tren yang lebih stabil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Kami berharap akan lebih banyak masyarakat dan petani yang terlibat dalam inisiatif ini, serta dapat direplikasi di wilayah konservasi lainnya,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan, dibutuhkan kolaborasi dan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan pelaku industri serta seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air. "Jadi, jangan sampai kita terlena dan tidak menjaga air dari sumbernya,” ucapnya.
Upaya Konservasi Sumber Daya Air
AQUA bersama Pusur Institute menjalankan upaya konservasi terintegrasi di wilayah sepanjang sub-DAS Pusur. Inisiatif yang telah dijalankan di kawasan hulu termasuk pengembangan Kecamatan Konservasi Tamansari, pembuatan sumur resapan, lubang biopori dan pembangunan Embung Tirta Mulya di Kabupaten Boyolali. Di kawasan tengah, beberapa upaya yang dilakukan, termasuk penerapan pertanian ramah lingkungan serta perbaikan jaringan irigasi, serta dikawasan hilir, program konservasi “Revitalisasi Jogo Toya Kamulyan” bersama Forum Relawan Irigasi.
Baca juga : Penegakan Hukum Lingkungan, Kunci Keberhasilan dan Konsistensi
“Sejalan dengan komitmen kami, AQUA percaya bahwa upaya keberlanjutan dan bisnis harus terus berjalan secara beriringan," ujar Vera.
Kata dia, kolaborasi multi pihak menjadi kunci mewujudkan pengelolaan ekosistem sumber daya air yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. "Kami percaya upaya yang dilakukan secara konsisten dengan melibatkan banyak pihak dapat meningkatkan kontribusi positif pada pelestarian dan lingkungan yang lebih keberlanjutan,” tutup Vera.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.