RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia serius mengembangkan ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan semikonduktor sebagai strategi utama memperkuat mesin pertumbuhan ekonomi nasional.
Langkah ini dilakukan seiring dengan proyeksi potensi ekonomi kedua sektor tersebut yang ditaksir mencapai Rp 6.148 triliun tahun 2030.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia tengah menyiapkan fondasi kuat untuk menjadikan AI dan chip semikonduktor sebagai tulang punggung ekonomi digital masa depan.
“Semikonduktor dan AI akan menjadi engine of growth baru yang terus dikembangkan dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Airlangga dikutip Kamis (1/5/2025).
Baca juga : Pelaksanaan Uji Emisi Jangan Angot-angotan
Menurutnya, sektor ini berpotensi menyumbang sekitar 12 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2030. Nilai ekonominya diperkirakan mencapai 366 miliar dolar AS atau sekitar Rp 6.148 triliun.
Dalam rangka percepatan, Pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengembangan Ekosistem Semikonduktor dan AI yang akan mengkoordinasikan pengembangan dari hulu ke hilir. Mulai dari desain chip, pengembangan talenta, hingga pembangunan pusat data nasional.
“Indonesia juga mendorong pengembangan fasilitas assembly, testing and packaging di Batam. Serta kerja sama pendidikan tinggi dengan universitas di Amerika Serikat dan Singapura,” jelasnya.
Selain itu, Pemerintah berkomitmen meningkatkan investasi dan memperluas perdagangan di sektor ini.
Baca juga : Renata Kusmanto, Sudah Bercerai Dengan Fachry
Airlangga menegaskan, ekosistem industri akan diperkuat secara menyeluruh untuk mendukung target besar tersebut.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan, AI kini menjadi penggerak utama dalam ekonomi digital Indonesia.
Bahkan, 92 persen tenaga kerja nasional sudah menggunakan AI dan 69 persen pemimpin perusahaan hanya ingin merekrut individu yang menguasainya.
“Kalau tidak mengembangkan keterampilan AI, akan sulit bersaing di pasar kerja masa depan,” ujar Nezar.
Baca juga : Arahan Presiden, Cegah & Kendalikan Kebakaran Hutan
Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2030. AI dan semikonduktor diyakini sebagai kunci utama mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.