Dark/Light Mode

Prabowo Ingin BUMN Kuat

Rabu, 30 April 2025 08:00 WIB
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani menyampaikan keterangan pers usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/4/ 2025). (Foto: BPMI Setpres)
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani menyampaikan keterangan pers usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/4/ 2025). (Foto: BPMI Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto memanggil Ketua MPR Ahmad Muzani dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad ke Istana Negara. Apa yang dibahas?

Muzani cerita ke wartawan. Kata Sekjen Partai Gerindra ini, dia dan Dasco dipanggil Prabowo untuk makan siang bersama. Dalam jamuan tersebut hadir juga Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya.

Muzani mengatakan tidak ada pembicaraan politik dalam jamuan itu. Namun, dia membocorkan salah satu topik obrolan di meja makan adalah tentang kinerja BUMN.

“Tadi diomongin sedikit memang tentang kinerja BUMN, beliau berharap BUMN bisa menjadi sebuah unit usaha negara yang memiliki kekuatan yang cukup tangguh,” ucap dia.

Baca juga : Gerindra Ajak Rakyat Percaya Kekuatan Ekonomi Nasional...

Prabowo ingin BUMN kuat. Apalagi, BUMN selama ini sudah mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) cukup signifikan.

Menurutnya, masyarakat memiliki ekspektasi tinggi terhadap kinerja penyelenggara di tubuh BUMN. Hal tersebut termasuk BUMN yang bergabung dalam Danantara agar mampu memberi kontribusi besar bagi pembangunan ekonomi nasional.

“Terutama untuk kesejahteraan rakyat dan masyarakat Indonesia,” tukasnya.

Sebelumnya, Prabowo menyinggung soal evaluasi direksi BUMN usai memberikan arahan tertutup pada Town Hall Danantara Indonesia, di Jakarta, Senin (28/4/2025). 

Baca juga : KPU Selidiki Ratusan DPT Ganda PSU Palopo

Kepada wartawan, Prabowo mengatakan, dirinya mengajak seluruh direksi BUMN dan pengurus Danantara untuk bekerja dengan baik dan transparan. Dia juga meminta, direksi BUMN yang malas dan menyalahgunakan kewenangan segera diganti.

“Saya serahkan kepada manajemen untuk mengevaluasi semua direksi, di evaluasi kinerjanya dan wataknya, akhlaknya, dan prestasinya,” ucap Prabowo.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Perkasa Roeslani siap menjalankan arahan Prabowo. Menurut Rosan, evaluasi dilakukan demi menyatukan pemahaman serta visi dan misi antara Danantara dengan BUMN. 

“Evaluasi ini tidak hanya kita lakukan dengan Danantara sendiri, tetapi bersama dengan advisor, baik dalam maupun luar negeri dalam rangka meningkatkan dari segi kompetensi, kepatutan, komitmen serta karakter,” ungkap Rosan kepada wartawan usai acara Town Hall Danantara Indonesia, di Jakarta, Senin (28/4/ 2025).

Baca juga : Rencana Pemprov Jabar Baiknya Dikaji Mendalam

Menurut Rosan, Prabowo ingin Danantara dikelola dengan mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik, akuntabiilitas, transparansi, dan keberlanjutan. 

“Pesan dari Bapak Presiden, hal-hal yang tidak patut atau tak terpuji di masa lampau tidak ada lagi,” tutur Rosan.

Anggota Komisi XI DPR Fathi mengapresiasi arahan Prabowo agar direksi BUMN yang tidak bisa kerja dan profesional dievaluasi. Fathi juga mendukung pesan Prabowo yang meminta seleksi direksi BUMN dilakukan tanpa diskriminasi suku, agama, ras, atau afiliasi politik.

“Sudah saatnya kita mengedepankan kualitas dan loyalitas kepada negara di atas segala bentuk kepentingan golongan. Ini bukan hanya soal bisnis, tetapi soal menjaga masa depan perekonomian nasional,” kata Fathi. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.