Dark/Light Mode

Bidik Potensi Ekonomi Rp 6.148 Triliun

RI Tancap Gas Bangun Ekosistem AI Dan Chip

Jumat, 2 Mei 2025 07:00 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Air­langga Hartarto. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Air­langga Hartarto. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia serius mengembangkan ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan semikonduktor sebagai strategi utama memperkuat mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

Langkah ini dilakukan seiring dengan proyeksi potensi ekonomi kedua sektor tersebut yang ditaksir mencapai Rp 6.148 triliun tahun 2030.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Air­langga Hartarto mengatakan, Indonesia tengah menyiapkan fondasi kuat untuk menjadikan AI dan chip semikonduktor se­bagai tulang punggung ekonomi digital masa depan.

“Semikonduktor dan AI akan menjadi engine of growth baru yang terus dikembangkan da­lam beberapa tahun ke depan,” ujar Airlangga dikutip Kamis (1/5/2025).

Baca juga : Pelaksanaan Uji Emisi Jangan Angot-angotan

Menurutnya, sektor ini ber­potensi menyumbang sekitar 12 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2030. Nilai ekonominya diperkirakan mencapai 366 miliar dolar AS atau sekitar Rp 6.148 triliun.

Dalam rangka percepatan, Pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengembangan Ekosistem Semikonduktor dan AI yang akan mengkoordinasikan pengembangan dari hulu ke hilir. Mulai dari desain chip, pengem­bangan talenta, hingga pembangunan pusat data nasional.

“Indonesia juga mendorong pengembangan fasilitas as­sembly, testing and packaging di Batam. Serta kerja sama pendidikan tinggi dengan uni­versitas di Amerika Serikat dan Singapura,” jelasnya.

Selain itu, Pemerintah berkomitmen meningkatkan in­vestasi dan memperluas perda­gangan di sektor ini.

Baca juga : Renata Kusmanto, Sudah Bercerai Dengan Fachry

Airlangga menegaskan, eko­sistem industri akan diperkuat secara menyeluruh untuk men­dukung target besar tersebut.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan, AI kini menjadi penggerak utama dalam ekonomi digital Indonesia.

Bahkan, 92 persen tenaga ker­ja nasional sudah menggunakan AI dan 69 persen pemimpin pe­rusahaan hanya ingin merekrut individu yang menguasainya.

“Kalau tidak mengembang­kan keterampilan AI, akan sulit bersaing di pasar kerja masa depan,” ujar Nezar.

Baca juga : Arahan Presiden, Cegah & Kendalikan Kebakaran Hutan

Pemerintah menargetkan In­donesia menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2030. AI dan semikonduktor diyakini sebagai kunci utama mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.