RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengungkapkan delapan tantangan utama yang menghambat kemajuan Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, jika ingin koperasi jadi ujung tombak ekonomi desa, maka semua pihak harus segera turun tangan membereskan persoalan ini.
Tantangan pertama adalah masih rendahnya partisipasi masyarakat serta kesadaran kolektif terhadap pentingnya koperasi. Kedua, munculnya citra negatif di mata publik akibat koperasi bermasalah dan pinjaman online ilegal berkedok koperasi. “Ada persepsi atau image negatif publik terhadap koperasi,” ujar Budi Arie.
Baca juga : Menhan Minta Tunjangan Operasi Prajurit TNI Dan ASN Naik 75 Persen
Ketiga, koperasi dinilai belum mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Sementara itu, tantangan keempat dan kelima menyangkut perbedaan skala ekonomi dan potensi antar desa serta kapasitas dan kompetensi SDM yang belum merata. “Kunci kemajuan dan kemandirian koperasi adalah orang (SDM), organisasi dan sistemnya harus bagus dan kuat,” tegasnya.
Tantangan keenam adalah adanya kemungkinan elite capture dalam pembentukan dan kepengurusan koperasi. Ketujuh, potensi fraud dalam pengelolaan koperasi yang tidak profesional, transparan, dan akuntabel. Terakhir, ada kekhawatiran soal keberlanjutan lembaga dan usaha koperasi ke depan.
Baca juga : Dahnil Anzar Tinjau Kualitas dan Kesiapan Akomodasi bagi Jemaah Haji di Saudi
“Masa depan gerakan koperasi ada di tangan seluruh warga bangsa. Saatnya kita bergerak dan maju bersama,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.