Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pimpinan DPRD Banggai Minta Pelaku Persekusi 2 Caleg Gerindra Segera Diadili
Senin, 21 April 2025 22:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Banggai Wardani Murad Husain mendatangi Polres Banggai guna mempertanyakan perkara persekusi yang diterima anggotanya.
Wardani yang juga Wakil Ketua DPRD Banggai itu datang bersama seluruh anggota dewan dari Fraksi Gerindra ke Polres Banggai pada Senin (21/4/2025).
"Hari ini kami semua kader Gerindra datang di Polres Banggai ini untuk meminta keadilan. Sebagai negara hukum, jika kasus persekusi ini dibiarkan, maka bisa ada persekusi persekusi lainnya (yang terjadi)," kata Wardani Murad.
Wardani heran, wakil rakyat mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab.
Karena itu, ia meminta agar Kapolres Banggai menindak tegas pelaku persekusi terhadap dua anggota DPRD Banggai Fraksi Gerindra, Suwardi Agis dan Lutpi.
"Bagaimana dengan rakyat biasa, Anggota DPRD saja mereka persekusi. Ironisnya, persekusi itu terjadi di rumah mereka. Oleh karenanya, kami menuntut keadilan kepada Polres Banggai," tegasnya.
Baca juga : Kapolri Perintahkan Petugas Persiapkan Skema Rekayasa Lalu Lintas
Wardani juga meminta Polres Banggai untuk segera mengadili para pelaku persekusi yang terjadi di Kecamatan Toili.
“Saya melihat video persekusi itu menangis, ini pesta demokrasi. Kenapa kader kami dipersekusi seperti binatang. Apa salah mereka, apa salah Pak Suwardi dan Pak Lutpi. Tangkap pelaku persekusi dan hukum seadil-adilnya," tegasnya.
Desakan untuk mengusut tuntas kasus persekusi juga disuarakan oleh Masnawati, Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Banggai.
Ia menegaskan, kehadirannya di Polres Banggai dalam sebagai bentuk solidaritas dan perintah langsung partai.
"Bapak ketahui, satu orang kader Gerindra dikorek (usik) maka seluruh kader akan bergerak. Persekusi yang terjadi di Toili saat PSU, kami merasa dilecehkan. Sebagai kader Gerindra kami merasa dilecehkan," cetusnya.
Ia menegaskan, keberadaan kader Gerindra di Toili jelang PSU adalah perintah partai yang harus dijalankan.
Baca juga : Tantangan Pelatih Persija Melatih Pemain Yang Puasa Ramadan
"Kami punya hak untuk bebas berpolitik, termasuk anggota dewan. Dua rekan kami, saudara kami yang juga Anggota Dewan ditugaskan dalam PSU, dipersekusi," bebernya.
Ia meminta Polres Banggai mengusut tuntas kasus persekusi yang dialami dua kader Gerindra tersebut.
"Kami tidak akan tinggal diam, kami akan terus mengawal sampai prosesnya benar-benar tuntas. Kami punya hak bebas berpolitik, jangan kami dipersekusi karena kami ditugaskan untuk memenangkan Partai Gerindra," tandasnya.
Terkait kasus persekusi ini, Gerindra Banggai memberikan waktu Polres Banggai 2x24 jam.
Jika kasus ini belum juga ada kejelasan, Gerindra Banggai akan kembali turun melakukan unjuk rasa yang lebih besar.
"Kami tunggu 2x24 jam, karena hal ini akan kami laporkan ke DPP Gerindra di Jakarta," sambung Sekretaris DPC Gerindra Banggai, Yulius Tipa.
Baca juga : Hima Persis Minta Pelaku Penembakan 3 Polisi di Lampung Diusut Tuntas
Sementara itu, Kapolres Banggai AKBP Putu Hendra Binangkari, menegaskan sebagai penanggungjawab, memastikan semua berjalan sebagai mestinya dan profesional.
"Apa yang disampaikan (orator), saat ini masih berjalan (penanganan), mulai dari penerimaan laporan, pemeriksaan saksi, terlapor dan hari ini kami melakukan pemanggilan terduga pelaku (persekusi)," kata Kapolres Banggai AKBP Putu.
Ia memastikan, penanganan kasus dugaan persekusi ini ditangani secara profesional.
"Keringat bapak ibu siang sini (datang unjuk rasa), kami pastikan tidak akan sia-sia. Kami pastikan amanah dan jabatan kami selaku Kapolres Banggai, dan putra Sulteng, akan tetap memegang keadilan," tegasnya.
Kapolres mengatakan, setelah pemeriksaan terhadap terduga pelaku, pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk menentukan status yang bersangkutan.
“Yakin ke depan akan terang permasalahan ini, kami pastikan tidak sia-sia keringat bapak ibu sekalian (melakukan aksi damai)," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya