BREAKING NEWS
 

Temui Menkeu China Dan Jepang

Sri Mulyani Bahas Tarif AS & Stabilitas Kawasan

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Selasa, 6 Mei 2025 07:00 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka/RM.ID)

RM.id  Rakyat Merdeka - Langkah cepat Indonesia menanggapi tarif dagang Amerika Serikat (AS) mendapat respons positif dari Washington. Di Milan, Italia, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memperluas manuver diplomatiknya dengan menjalin diskusi strategis bersama Menkeu China Lan Fo’an dan Menkeu Jepang Katsunobu Kato untuk membangun koalisi kawasan menghadapi dinamika global.

Pertemuan Sri Mulyani dengan Menkeu China dan Menkeu Jepang berlangsung di sela rangkaian ASEAN+3 Finance Ministers and Central Bank Governors’ Meeting di Milan, Italia, Minggu (4/5/2025).

Dalam pertemuannya dengan Lan Fo’an, Sri Mulyani membahas kelanjutan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan China, sekaligus memperingati 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Pertemuan ini juga menjadi lanjutan dari pertemuan sebelumnya di Washington DC, AS, dalam forum IMF-World Bank Spring Meetings pada April lalu.

Baca juga : Ariel Tatum Akhirnya Go Public Dengan Kekasih

“Pertemuan di Milan ini melanjutkan berbagai pembahasan, sekaligus memperinga­ti hubungan diplomatik antara China dan Indonesia ke-75 tahun,” kata Sri Mulyani dalam akun Facebook-nya dikutip, Senin (5/5/2025).

Dia juga menyampaikan proses negosiasi dagang Indonesia de­ngan AS, khususnya menyangkut kebijakan tarif resiprokal Presiden AS Donald Trump.

Menurutnya, Indonesia mendapat respons positif dari Pemerintah AS sebagai salah satu negara first mover yang secara proaktif melakukan negosiasi.

Adsense

“Kami telah menyiapkan paket kebijakan komprehensif terkait tariff barrier, non-tariff barrier, serta defisit neraca perdagangan AS,” jelasnya.

Baca juga : Sabtu-Minggu Tetap Kerja, Prabowo Bilang Nggak Capek

Sementara, dalam pertemuan dengan Menkeu Katsunobu Kato, Sri Mulyani menyoroti pengalam­an Jepang pada era 1980-an dalam menghadapi tekanan tarif dari AS.

Dia mengatakan, pengalaman itu sebagai referensi pen­ting bagi Indonesia menyusun strategi menghadapi situasi serupa saat ini.

“Pengalaman Jepang membe­rikan perspektif sangat berharga. Khususnya dalam memahami dinamika perang dagang dengan AS,” ungkapnya.     

Diskusi juga menyinggung dampak eskalasi perang tarif terhadap industri global. Seperti otomotif dan elektronik, yang selama ini menjadi pilar ekspor di kawasan dan didominasi oleh AS, Jepang, China dan Eropa.

Baca juga : Soeharto Pahlawan Nasional Diputuskan Bulan Ini, Mensos Dengar Semua Suara

Selain isu perdagangan, baik China maupun Jepang sepakat dengan Indonesia soal pentingnya memperkuat kerja sama kawasan ASEAN+3.

Menurut Sri Mulyani, kedekat­an budaya, geografis dan sejarah menjadi fondasi kuat untuk membangun stabilitas dan ke­sejahteraan ekonomi kawasan, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Lan Fo’an menyatakan, apresiasi atas dukungan Indonesia terhadap berbagai inisiatif regional. Fo’an menyampaikan undangan resmi kepada Sri Mul­yani berkunjung ke Beijing.

Sedangkan Katsunobu Kato menyatakan, kesiapan Jepang untuk terus mendukung upaya stabilisasi kawasan melalui kerja sama ekonomi yang konkret. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense