Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Soeharto Pahlawan Nasional Diputuskan Bulan Ini, Mensos Dengar Semua Suara
Senin, 5 Mei 2025 08:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Keputusan pemberian gelar pahlawan nasional untuk Presiden ke-2 RI Soeharto bakal diputuskan bulan ini. Sebelum mengambil keputusan, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan akan mendengar semua suara. Baik yang pro, maupun yang kontra.
Gus Ipul menyampaikan, seluruh tahapan administrasi pengusulan gelar pahlawan untuk Soeharto sudah terpenuhi. Namun, Kementerian Sosial (Kemensos) masih membuka ruang diskusi dan mendengarkan berbagai pendapat publik.
"Sekarang masih berproses. Targetnya Mei. Apakah Mei bisa atau nggak, ya, nanti kami lihat," ujar Gus Ipul, di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (4/5/2025).
Sejak wacana pemberian gelar pahlawan ke Soeharto mencuat, respons masyarakat terbelah. Di satu sisi, Soeharto dipandang sebagai tokoh besar yang berperan dalam pembangunan nasional selama lebih dari tiga dekade pemerintahannya. Di lain sisi, berbagai catatan pelanggaran hak asasi manusia dan praktik korupsi yang mewarnai era Orde Baru menjadi alasan penolakan.
Terkait hal itu, Gus Ipul menilai, dinamika tersebut sebagai hal wajar dalam sistem demokrasi. Termasuk adanya petisi penolakan yang telah ditandatangani ribuan orang.
Baca juga : Panas Menyengat Kulit, Jemaah Haji Tersenyum
“Ini hal biasa. Kita terima saja sebagai proses pembelajaran bersama karena yang diusulkan ini manusia, bukan malaikat. Manusia pasti ada kurang dan lebihnya,” ujarnya.
Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini juga menyatakan kesiapan membuka ruang dialog publik terkait polemik ini. Berbagai pandangan yang berkembang di masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan bagi Kemensos dalam proses pengambilan keputusan.
"Kami kan bisa dialog di mana saja. Bisa dengan dialog publik," ucapnya.
Gus Ipul kemudian menjelaskan, mekanisme pengusulan gelar pahlawan nasional bukan dari Kemensos. Usulan itu bermula dari masyarakat dan diteruskan Pemerintah Daerah asal tokoh yang dicalonkan. Setelah itu, usulan dikaji Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) dan diteruskan ke Kemensos sebelum diteruskan ke Dewan Gelar dan Presiden.
“Setelah dari kami, nanti kita naikkan ke Dewan Gelar. Dewan Gelar nanti akan membawa ke Presiden,” jelasnya.
Baca juga : “Kerja Dengan Hati, Insya Allah Diberi Kekuatan”
Putri kedua Soeharto, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, sebelumnya mengaku bersyukur jika daftar calon pahlawan untuk ayahnya yang diusulkan masyarakat tersebut disambut baik oleh pihak terkait. Namun, Ketua Komisi IV DPR ini menegaskan, diberi gelar atau tidak, Soeharto tetap pahlawan bagi keluarga.
“Saya juga yakin, (Soeharto) pahlawan juga bagi berjuta rakyat Indonesia yang mencintai beliau,” kata polisi Partai Gerindra ini.
Usulan pemberian gelar pahlawan nasional untuk Soeharto menguat setelah MPR mencabut nama penguasa Orde Baru itu dari Tap MPR Nomor 11 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Keputusan itu diambil dalam Rapat Pimpinan MPR pada 23 September 2024.
Kemensos mencatat, ada sepuluh nama yang diusulkan tahun ini untuk mendapat gelar pahlawan nasional. Empat di antaranya adalah usulan baru, sementara enam nama lain merupakan tokoh yang telah diajukan pada tahun-tahun sebelumnya.
Tokoh yang kembali masuk dalam daftar usulan antara lain Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dari Jawa Timur, Soeharto dari Jawa Tengah, KH Bisri Sansuri dari Jawa Timur, Idrus bin Salim Al-Jufri dari Sulawesi Tengah, Teuku Abdul Hamid Azwar dari Aceh, dan Abbas Abdul Jamil dari Jawa Barat.
Baca juga : Eri Cahyadi Dijagokan Pimpin Banteng Surabaya
Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah Imam Maskur menyatakan, nama Soeharto diusulkan ke Pemprov Jawa Timur oleh Bambang Sadono Center pada Oktober 2024. Namun, Bambang Sadono membantah memiliki lembaga tersebut ataupun mengusulkan nama Soeharto secara langsung. Meski begitu, mantan Ketua DPD Golkar Jawa Tengah ini menyatakan dukungannya terhadap wacana tersebut.
“Saya setuju Pak Harto diusulkan sebagai pahlawan nasional. Masuk akal kalau jadi pahlawan nasional,” katanya.
Dukungan juga datang dari DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI). Sekretaris Jenderal DPP AMPI Hendra Paletteri menyebut, Soeharto merupakan sosok penting dalam sejarah pembangunan nasional sekaligus pembentukan organisasi kepemudaan.
“Soeharto adalah figur yang sangat berpengaruh, bukan hanya dalam pembangunan nasional tapi juga dalam pembentukan generasi muda bangsa,” ujar Hendra.
Namun, tidak sedikit pula suara penolakan yang mengemuka. Salah satunya muncul petisi online di situs change.org dengan judul 'Tolak Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto!' Hingga Minggu (4/5/2025), petisi yang dibuat akun Gerakan Masyarakat Sipil Adili Soeharto pada 8 April 2025 telah ditandatangani 5.798 orang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya