Sebelumnya
“Konsolidasi bertujuan untuk merumuskan strategi yang akan mereka gunakan untuk menghadapi tarif resiprokal AS,” imbuhnya.
Dalam kondisi normal, lanjut Aru, konsolidasi pengusaha merupakan langkah yang salah atau melanggar prinsip persaingan usaha yang sehat. Pasalnya, kegiatan tersebut dapat mengarah pada persekongkolan, korupsi, hingga kartel.
“Tapi, ketika menghadapi situasi yang tidak normal, seperti tarif AS, saya pikir koordinasi perlu dilakukan. Catatannya, dikonsultasikan dengan KPPU,” tegas dia.
Baca juga : Bahlil: Yang Bermain-main, Pasti Berurusan Dengan Saya
Diketahui, sejak awal April, AS dan China terlibat perang tarif usai Trump menaikkan pungutan pajak terhadap produk-produk asal China hingga 145 persen.
Sebagai balasan, Beijing menaikkan tarif terhadap produk-produk AS hingga 125 persen. Selain China, AS juga menaikkan pungutan pajak pada produk asal Indonesia hingga sebesar 32 persen.
Berbagai fenomena seputar perang dagang juga ramai diperbincangkan netizen di media sosial X.
Baca juga : Kejagung Sebut Ada Aliran Gratifikasi Dan Suap Ke Pejabat
“Perang dagang terjadi gara-gara mereka nggak bisa ngobrol baik-baik. Ini kayak orang pacaran yang lagi berantem,” cuit akun @plisitin.
“Gara-gara perang dagang, dolar melemah, harga emas naik,” tulis akun @sinaeabela19.
“Kapan selesainya sih perang dagang dan gonjang ganjing nilai tukar. Kalau begini terus, ekonomi dunia bakalan lesu,” timpal akun @YKAJImnnjo_giat.
Baca juga : Hotel Harus Kreatif Bikin Event & Atraksi Menarik
“Amerika mengenakan tarif 145 persen pada produk-produm China. China membalas dengan mengenakan tarif 125 persen pada ekspor AS. Tindakan balasan itu membuat perencanaan bisnis atau pembiayaan perdagangan lintas batas mustahil dijalankan,” tutur akun @eddesign_. [SSL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.