Dark/Light Mode

Selera Pasar Bergeser, Tamu Pemerintah Turun

Hotel Harus Kreatif Bikin Event & Atraksi Menarik

Rabu, 7 Mei 2025 07:05 WIB
Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat. (Foto: linkedin)
Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat. (Foto: linkedin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pelaku industri perhotelan disarankan menggarap potensi pasar di luar belanja Pemerintah untuk menjaga kinerja bisnis dan tingkat keterisian (okupansi) kamar hotel. Sebab, minat masyarakat berlibur menginap masih tinggi.

Pelaku perhotelan harus be­rani berinovasi dan membangun konsep atraktif yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Pengamat kebijakan publik pariwisata Azril Azhari mengungkapkan, kini sudah ada pergeseran minat wisatawan ketika melakukan perjalanan atau liburan.

“Orang tidak selalu mau kamar hotel yang mewah. Ada juga yang pilih sewa vila agar bisa ajak keluarga. Jadi target pasarnya perlu diubah,” ujar Azril ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Airlangga: Jepang Jadi Investor Terbesar Ke-6

Azril melihat, potensi bisnis pada pasar hiburan dan acara keluarga masih sangat besar. Sehingga potensi ini seharusnya bisa dioptimalkan oleh industri perhotelan.

Karena itu, kata dia, perlu ino­vasi dan kreativitas dari pihak hotel. Misalnya, dengan menyelenggarakan special event seperti festival, hiburan keluarga (family entertainment), hingga konsep retailtainment yang sukses diterapkan di Singapura.

“Fasilitas hotel kan tidak cuma kamar. Banyak venue yang bisa dimanfaatkan untuk acara kreatif, atau wisata yang bertema khusus. Seperti kesehatan, kecantikan, spiritual, karnaval, atau food festival. Itu akan menjadi daya tarik tersendiri,” sarannya.

Dengan adanya perubahan tersebut, ia optimistis, sektor pariwisata maupun perhotelan di Indonesia tetap terjaga pertumbu­hannya hingga akhir tahun nanti.

Baca juga : PSG Vs Arsenal, Nyawa Untuk Final

Ia menyayangkan sikap se­bagian pengelola hotel yang masih mengandalkan pasar dari instansi Pemerintah.

Apalagi jika masih bergantung pada kegiatan Meeting, Incen­tive, Convention, and Exhibi­tion (MICE) semata, yang dinilai tidak cukup untuk menjaga kesinambungan bisnis perhotelan pada kondisi sekarang.

Padahal, banyak alternatif yang dapat dikembangkan un­tuk menarik minat segmen pasar lain, termasuk masyarakat umum dan swasta.

Sebab, lanjut Azril, hotel dibangun bukan hanya untuk mengakomodir acara pegawai negeri atau acara rapat yang digelar pemerintah, tapi untuk siapa saja.

Baca juga : Tindak Tegas Sekolah Pungli Wisuda Siswa!

“Ketika ada penurunan oku­pansi atau jumlah kunjungan, harusnya bisa diantisipasi dengan strategi diversifikasi pasar dan produk,” tegasnya.

Menurut Azril, hal ini juga yang dilakukan pengelola hotel atau pariwisata milik Badan Us­aha Milik Negara (BUMN). Mereka banyak menggelar kegiatan atraktif, inovatif dan mengusung konsep-konsep khusus dalam menarik minat wisatawan.

“BUMN mengembangkan sport tourism, ada health tour­ism, spiritual dan lainnya. Jadi bisa survive,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.