BREAKING NEWS
 

Kinerja Solid, Saham BRIS Naik 28,21 Persen

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Rabu, 7 Mei 2025 14:05 WIB
Kenaikan harga saham BRIS ditopang inflow dari investor asing, sejalan kinerja positif perseroan sepanjang triwulan I-2025. (Foto: Dok. BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI dengan ticker code BRIS naik 28,21 persen secara month to month ke level Rp 3 ribu pada penutupan perdagangan Selasa (6/5/2025).

Sementara pada Rabu (7/5/2025), saham BRIS cukup fluktuatif berada di level Rp 2.940. Sepanjang hari kemarin bergerak di level Rp 3.050 hingga Rp 2.950. 

Kenaikan harga saham BRIS tersebut ditopang oleh inflow dari investor asing, sejalan kinerja positif perseroan sepanjang triwulan I-2025. 

Pada Selasa, volume perdagangan saham BRIS mencapai 56,93 juta lembar saham, menempatkan BRIS sebagai saham movers dalam indeks LQ45, sedangkan IHSG ditutup pada posisi 5,48 persen secara month to month.

Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar menjelaskan, kenaikan harga saham BRIS sejalan dengan inflow dari investor asing sebesar Rp 147,2 miliar sepanjang 2025. 

Baca juga : Tabungan Nasabah Premium BNI Naik 16 Persen Di Kuartal I-2025

Ekspektasi kinerja positif perseroan didorong transformasi digital dan peningkatan market share seiring dengan kinerja fundamental BSI yang solid. 

“Terbukti, pada Maret 2025, BSI berhasil menjaga momentum pertumbuhan bisnis,” ucapnya dalam keterangan resmi, Rabu (7/5/2025). 

Transformasi layanan digital mendorong peningkatan berbasis fee  (fee based income/FBI) dan memberikan pengaruh terhadap peningkatan laba bersih perseroan menjadi Rp 1,88 triliun atau tumbuh 10 persen secara year on year (yoy). 

Adsense

Peningkatan kinerja juga ditopang oleh pertumbuhan bisnis emas menyusul ditetapkannya BSI sebagai bank emas pertama oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025. 

Pertumbuhan BSI Emas melalui Byond by BSI naik signifikan. Hal tersebut didorong tren pembelian emas oleh nasabah dan kesiapan produk emas BSI. 

Baca juga : Berkat Kinerja Solid, MedcoEnergi Bukukan Lonjakan Laba Bersih 2024

Secara pertumbuhan nasabah juga terjadi peningkatan signifikan di sekitar 28 persen menjadi sekitar 119 ribu nasabah per Maret 2025 dan saldo emas BSI pada posisi 621 kg (kilogram). 

Dari sisi pertumbuhan, per posisi Maret 2025 bisnis emas di BSI melesat 81,99 persen yoy ke level Rp 14,33 triliun. 

Cicil Emas mendominasi pertumbuhan bisnis emas mencapai Rp 7,37 triliun, tumbuh 168,64 persen. Gadai Emas mencapai Rp 6,96 triliun tumbuh 35,65 persen. 

Bisnis emas mampu memberikan kontribusi fee based income perusahaan sebesar 17,81 persen. Pendapatan fee based lainnya dari bisnis e-chanel dan treasury juga meningkat. 

Wisnu menambahkan, bisnis emas menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan bisnis BSI saat ini. 

Baca juga : Kinerja Moncer Kantongi Laba Rp 872 M, UUS BTN Raih 3 Penghargaan

“Emas menjadi penting, karena merupakan bagian dari pertumbuhan anorganik dan menjadi krusial di saat kondisi ekonomi yang cukup menantang saat ini,” ucapnya. 

Ke depan, bisnis emas akan menjadi new growth engine di segmen pembiayaan konsumer dan bagian dari diversifikasi portofolio untuk menjaga stabilitas pendapatan perusahaan.

“Sementara dari sisi funding, BSI akan memfokuskan dana murah dari produk haji,” pungkas Wisnu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense