Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Warga Kalibata City Protes Tarif Air PAM Naik 71,3 Persen
Senin, 24 Februari 2025 15:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Warga penghuni rumah susun (rusun) di Jakarta mengajukan protes keras terhadap kenaikan tarif air bersih yang diterapkan sejak Januari 2025. Tarif yang mencapai 71,3 persen lebih tinggi bagi penghuni rusun ini, dianggap tidak adil karena disamakan dengan tarif air untuk gedung komersial, seperti pusat perbelanjaan dan perkantoran.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno merespons keluhan tersebut dan menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan perhitungan ulang terkait tarif yang telah diterapkan.
"Ini kan sebetulnya keputusan-keputusan. Ya tentu Jakarta punya PDAM, tentu kita akan punya kebijakan sendiri. Mudah-mudahan nanti akan kita hitung kembali," ujar Rano Karno saat ditemui di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur pada Sabtu (22/2/2025).
Namun, Rano Karno juga menegaskan bahwa belum ada keputusan pasti apakah kenaikan tarif akan dibatalkan atau tidak. Menurutnya, PAM Jaya baru saja memasang sekitar 30.000 sambungan pipa baru di Jakarta, yang menjadi salah satu faktor penentuan harga tersebut.
Baca juga : Harga Daging Sapi Produksi Dharma Jaya Tidak Akan Naik Saat Ramadan Dan Lebaran
"Kita saja baru menyambung hampir 30 ribu sambungan baru," jelasnya.
Sejumlah warga yang tinggal di rumah susun, seperti di Kalibata City, merasa terbebani dengan kenaikan tarif air yang tinggi. Mereka meminta agar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 37 Tahun 2024 yang menetapkan kenaikan tarif tersebut.
Salah seorang penghuni Rusun Kalibata, Pikri Amiruddin, menyatakan bahwa mereka yang tinggal di rumah susun seharusnya tidak dikenakan tarif yang sama dengan gedung komersial.
"Kami yang menggunakan air PAM Jaya untuk kebutuhan sehari-hari, masak, cuci, dan mandi dikenakan tarif yang sama seperti mal dan perkantoran," ujar Pikri seorang penghuni Rusun Kalibata, dilansir Antara, Jumat (21/2/2025).
Baca juga : Jaga Stabilitas Ekonomi, Bank Indonesia Tahan BI-Rate Di Level 5,75 Persen
Kenaikan tarif ini telah menambah beban hidup warga rusun, yang mayoritas adalah masyarakat menengah ke bawah. Selain itu, beberapa warga juga mengaku merasa diperlakukan tidak adil karena tarif mereka disamakan dengan gedung-gedung bertingkat komersial.
Meskipun warga telah melakukan berbagai upaya untuk menyampaikan protes mereka, seperti menemui pihak PAM Jaya, melaporkan masalah ini ke DPRD DKI Jakarta, serta mengirim surat ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Ombudsman RI, belum ada perubahan signifikan yang terjadi.
Pikri menyatakan bahwa mereka akan terus berjuang untuk mendapatkan keadilan, karena tarif yang diterapkan dianggap tidak wajar.
"Kami benar-benar korban dari ketidakpahaman Pemprov DKI dan PAM Jaya," ujarnya.
Baca juga : Warga Jakarta Ragu Kualitas Air PAM Dari Kali Ciliwung
Sebagai alternatif, PAM Jaya menawarkan solusi bagi penghuni rusun dan apartemen yang keberatan dengan tarif baru, yaitu dengan memasang meteran pribadi di tiap unit. Dengan demikian, penghuni tidak akan terkena tarif progresif yang lebih tinggi.
Namun, meskipun solusi tersebut ditawarkan, banyak penghuni rusun merasa bahwa kebijakan ini tetap memberatkan mereka, yang sebagian besar berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Terkait protes tersebut, Rano Karno mengungkapkan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan kembali meninjau dan menghitung ulang tarif layanan air bersih di Jakarta. Pemerintah Jakarta berjanji untuk mempertimbangkan kebijakan yang lebih adil bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penghuni rumah susun.
"Belum tentu (dibatalkan), kembali lagi Jakarta punya kekuatan sendiri," tegasnya, menanggapi pertanyaan apakah kenaikan tarif air akan dibatalkan atau tidak.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya