BREAKING NEWS
 

OJK Pastikan Kinerja Perbankan Stabil, Kredit Tumbuh 9,16 Persen

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ADITYA NUGROHO
Sabtu, 10 Mei 2025 00:50 WIB
OJK. (Foto: OJK)

RM.id  Rakyat Merdeka - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, kinerja intermediasi perbankan stabil dengan profil risiko yang terjaga. 

Hal tersebut terlihat pada Maret 2025, kredit tumbuh 9,16 persen yoy dari bulan Februari 2025 sebesar 10,30 persen) menjadi Rp 7.908,42 triliun.  

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan, berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi tumbuh tertinggi sebesar 13,36 persen, diikuti oleh Kredit Konsumsi 9,32 persen, sedangkan Kredit Modal Kerja tumbuh 6,51 persen.

“Ditinjau dari kepemilikan, bank BUMN menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit yaitu sebesar 9,54 persen yoy,” jelasnya dalam pengumuman hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK secara virtual, Jumat (9/5/2025).

Dari kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 13,52 persen, sementara kredit UMKM tumbuh sebesar 1,95 persen, dengan kredit usaha kecil tumbuh tertinggi sebesar 8,65 persen, di tengah upaya perbankan yang berfokus pada pemulihan kualitas kredit UMKM. 

Baca juga : Incar Pasar Potensial Gen Z Dan Milenial, Pembiayaan Perumahan BSI Tembus 8,63 Persen

Dian mengatakan, kontribusi sektor perbankan terhadap perekonomian nasional tidak hanya tercermin dari penyaluran kredit kepada masyarakat dan pelaku usaha, tetapi juga melalui kepemilikan pada instrumen keuangan yang mendukung penguatan kebijakan fiskal dan moneter. 

Per Maret 2025, perbankan mencatat kepemilikan sebesar 18,00 persen pada Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp1.121,88 triliun,  serta 59,05 persen pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp 526,17 triliun. 

“Hal ini mencerminkan peran aktif perbankan dalam mendukung stabilitas makroekonomi dan memperkuat fondasi pembiayaan negara,” ujarnya.

Adsense

OJK juga melihat, di tengah perkembangan dinamika perekonomian global yang sangat cepat, pertumbuhan kredit masih dalam rentang target yang ditetapkan yaitu pada kisaran 9-11 persen. 

“Berdasarkan pembahasan rencana bisnis dengan industri perbankan, secara umum tidak terdapat penyesuaian yang signifikan pada target pertumbuhan kredit di tahun 2025,” ungkap Dian.

Baca juga : Fokus pada Fundamental Kinerja, Ini Strategi BRI Tumbuh Berkelanjutan

Dirinya memastikan, OJK akan terus berkoordinasi dengan industri perbankan, apabila terdapat faktor-faktor yang mengakibatkan perlunya dilakukan penyesuaian.

Sementara dari Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh sebesar 4,75 persen yoy menjadi Rp 9.010 triliun, dengan giro, tabungan, dan deposito masing-masing tumbuh sebesar 4,01 persen, 7,74 persen, dan 4,75 persen yoy. 

Likuiditas industri perbankan pada Maret 2025 tetap memadai, dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing 116,05 persen dan 26,22 persen, masih di atas threshold masing-masing 50 persen dan 10 persen. Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 204,77 persen.  

Dari kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,17 persen dan NPL net 0,80 persen. Loan at Risk (LaR) juga relatif stabil, tercatat 9,86 persen.

“Meskipun meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, namun rasio NPL gross dan LaR menurun dibandingkan posisi Maret 2024 yang masing-masing sebesar 2,25 persen dan 13,94 persen,” katanya. 

Baca juga : Polisi Bagikan Air Mineral Dan Permen Untuk Massa Buruh Di DPR

Rasio LaR tersebut juga sudah di bawah level sebelum pandemi yaitu sebesar 9,93 persen pada Desember 2019. 

Dian mengatakan, ketahanan perbankan juga tetap kuat tercermin dari permodalan (CAR) yang berada di level tinggi sebesar 25,43 persen, menjadi bantalan mitigasi risiko yang kuat di tengah kondisi ketidakpastian global.  

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense