BREAKING NEWS
 

Risiko Pengangkutan Kendaraan Listrik Meningkat, Begini Kata Reasuransi

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Sabtu, 10 Mei 2025 10:50 WIB
Claim Group Head PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure), Yohanes Oscarino. (Foto: Tugure)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) menyoroti peningkatan risiko kebakaran yang berkaitan dengan pengangkutan kendaraan listrik (EV) melalui jalur laut.

Untuk mengantisipasi itu, BKI menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mengangkut Kendaraan Listrik Berbasis Baterai dengan Aman” yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari sektor asuransi, operator kapal, regulator, hingga ahli teknologi.

Diskusi ini difokuskan upaya merumuskan solusi bersama secara komprehensif.

Pesatnya pertumbuhan penjualan kendaraan listrik di Indonesia tercermin dalam data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), yang mencatat lonjakan signifikan dari tahun 2022 ke 2023. Namun, tren positif ini turut membawa tantangan tersendiri, terutama dalam sektor transportasi laut dan penyeberangan, di mana risiko kebakaran kapal akibat pengangkutan EV meningkat secara signifikan.

Baca juga : SIM Keliling Tangerang Kota Kamis 8 Mei, Cek Di Sini Lokasinya

Kasubdit Rancang Bangun dan Stabilitas Kapal Kementerian Perhubungan, Amir Makbul menyebut, isu keselamatan kapal pengangkut kendaraan listrik kini menjadi perhatian global. Ia menegaskan bahwa persoalan ini akan menjadi salah satu topik pembahasan penting dalam forum International Maritime Organization (IMO) pada tahun 2027.

“Indonesia telah mengambil langkah preventif dengan meningkatkan standar pengawasan dan menerbitkan edaran untuk memperketat prosedur pencegahan risiko kebakaran,” kata Amir.

Adsense

Dari sisi teknis, Senior Manager Riset dan Pengembangan BKI, M. Arif Kurniawan, mengungkapkan bahwa hasil riset menunjukkan 57,7 persen kecelakaan kapal pengangkut EV disebabkan oleh baterai lithium oil. Baterai jenis ini diketahui menghasilkan panas yang lebih tinggi dan sulit dikendalikan jika terjadi kebakaran.

“Ini menunjukkan perlunya sistem mitigasi risiko yang lebih terintegrasi, mulai dari desain kapal, sistem ventilasi, hingga protokol tanggap darurat,” ujar Arif.

Baca juga : Polytron Resmi Meluncurkan Kendaraan Listrik G3 & G3+ di Indonesia

Sementara itu, dari perspektif industri asuransi, Claim Group Head PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure), Yohanes Oscarino, memaparkan bahwa risiko pengangkutan EV di kapal berdampak langsung pada peningkatan premi asuransi rangka kapal. Berdasarkan data kuartal IV 2024 dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), tren peningkatan premi terus berlanjut, seiring tingginya potensi kerugian akibat kebakaran kapal.

“Dalam tiga tahun terakhir, beberapa insiden kebakaran kapal diduga berasal dari kendaraan atau baterai motor listrik. Ini berdampak pada rasio kerugian (loss ratio) dan dapat mendorong penyesuaian premi,” kata Oscarino.

Meski demikian, Oscarino menegaskan bahwa klaim atas risiko kebakaran tetap mengacu pada polis dan dokumen pendukung yang lengkap. Ia menekankan pentingnya prinsip utmost good faith dalam penyampaian informasi oleh pihak tertanggung kepada perusahaan asuransi.

“Asuransi dan reasuransi berperan dalam mengelola risiko finansial, namun tetap harus mengacu pada perjanjian dan regulasi yang berlaku. Selama belum ada regulasi spesifik, perusahaan asuransi dapat menetapkan klausul tambahan untuk mitigasi risiko, seperti kewajiban kepemilikan APAR atau persyaratan warranted class maintain yang telah diberlakukan oleh BKI,” jelasnya.

Baca juga : Pakar: Pengusutan TPPU Zarof Ricar Jadi Pintu Masuk Bongkar Mafia Peradilan

FGD ini menyimpulkan bahwa pengelolaan risiko pengangkutan EV melalui laut membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi. Sinergi antara regulator, pelaku industri, penyedia teknologi, dan lembaga keuangan seperti asuransi dan reasuransi menjadi kunci dalam membangun sistem transportasi yang aman dan berkelanjutan di tengah transisi energi menuju kendaraan ramah lingkungan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense