RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Apindo Bidang Ketenagakerjaan Bob Azam menyoroti pentingnya keberlanjutan insentif ekonomi pasca-COVID-19. Menurutnya, salah satu penyebab banyak perusahaan belum sepenuhnya pulih hingga kini dan memilih melakukan pengurangan tenaga kerja salah satunya karena durasi insentif yang terlalu singkat.
“Waktu itu memang setelah COVID pemerintah kasih insentif, ekonomi sempat bergerak lebih baik. Tapi insentifnya cuma sampai 2022 atau 2023, hanya 6 bulan sampai satu tahun. Jadi terlalu pendek,” ujar Bob Azam, Jumat (9/5/2025).
Bob membandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia yang memberikan dukungan fiskal secara konsisten bahkan setelah pandemi mereda. “Di Malaysia, insentifnya masih terus diberikan setelah COVID. Itu yang membuat pemulihan mereka lebih kuat,” tambahnya.
Baca juga : DPR: Saatnya Perkuat Produksi Pangan Lokal
Ia menjelaskan, banyak sektor di Indonesia yang seharusnya bisa pulih lebih cepat justru kembali terpukul karena dukungan pemerintah dihentikan terlalu dini. “Jadi perusahaan-perusahaan yang mestinya bisa recovery, jatuh lagi,” ujarnya.
Bob mencatat bahwa dari 17 sektor ekonomi, hanya sekitar 6 sektor yang mampu tumbuh, sementara 11 sektor lainnya masih kesulitan kembali ke kondisi sebelum pandemi. Meski sektor properti dan otomotif masih mendapatkan insentif terbatas seperti PPN DTP, ia menilai dampaknya belum signifikan terhadap keseluruhan dunia usaha.
“Nggak semuanya pulih. Banyak yang masih bergulat untuk bisa bertahan,” katanya.
Baca juga : Cedera Lagi, Ginting Absen Di Kejuaraan Bulutangkis Asia
Dampak dari pemulihan yang tidak merata ini juga terlihat pada dinamika ketenagakerjaan. Struktur angkatan kerja menunjukkan pergeseran kembali ke sektor pertanian dan meningkatnya pekerjaan informal.
“Dulu sektor pertanian selalu menurun, sekarang malah naik. Artinya banyak yang kembali ke sektor ini karena sektor lain belum pulih,” kata Bob.
Ia juga menyoroti data BPS yang menunjukkan peningkatan jumlah pekerja informal sebagai bentuk ‘safe haven’ di tengah ketidakpastian.
Baca juga : Pertapreneur Aggregator, Jurus Pertamina Bangun Ekosistem UMKM Berkelanjutan
Mengakhiri pernyataannya, Bob Azam menegaskan bahwa insentif fiskal bukan satu-satunya solusi. Pemerintah juga perlu mendorong deregulasi, termasuk di sektor ketenagakerjaan, untuk menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.
“Regulasi-regulasi yang menopang juga harus dipermudah. Konsepnya bukan regulasi, tapi deregulasi,” tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.