Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Perang Tarif Ganggu Sektor Ekonomi
DPR: Saatnya Perkuat Produksi Pangan Lokal
Rabu, 9 April 2025 07:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Senayan mendorong Pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional, menyusul kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenakan tarif impor 32 persen bagi produk asal Indonesia. Hal ini mengingat Indonesia merupakan pengimpor gandum, kedelai dan jagung terbesar dari AS.
Anggota Komisi IV DPR Johan Rosihan mengatakan, kebijakan tarif impor tinggi Amerika Serikat sejak awal April ini dapat menjadi momentum strategis kita menata ketahanan pangan nasional.
“Ini juga momentum memperkuat kemandirian produk lokal,” tegasnya.
Baca juga : Pemerintah Berhasil Jaga Stabilitas Harga
Johan menilai, kebijakan AS tersebut memang berpotensi mengganggu stabilitas sektor pangan, mengingat Indonesia masih bergantung pada sejumlah bahan pangan impor seperti gandum, kedelai, dan jagung. Kondisi ini harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk mempercepat reformasi sektor pangan dalam negeri.
“Ini saatnya kita serius memperkuat produksi pangan lokal dari hulu sampai hilir. Jangan sampai momentum ini lewat begitu saja. Kita dorong pangan lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” sarannya.
Johan berharap, Pemerintah cepat memberikan insentif untuk petani dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pangan lokal, perluasan lahan produktif, serta penguatan riset dan teknologi pertanian.
Baca juga : Investor Cenderung Simpan Uang Tunai Untuk Jaga-jaga
Selain itu, percepat program substitusi impor, terutama terhadap bahan baku industri makanan yang selama ini sangat bergantung pada pasokan luar negeri.
“Jangan kita hanya reaktif ketika gejolak datang dari luar. Harus ada desain besar untuk kedaulatan pangan, dan ini harus dimulai sekarang. NTB, misalnya, punya potensi luar biasa dalam produksi padi, jagung, sorgum, hingga produk peternakan dan perikanan,” jelas politisi PKS itu.
Selain mendorong kemandirian produksi, Johan juga menyerukan Pemerintah memperkuat cadangan pangan nasional dan memperluas akses pasar bagi produk pangan lokal.
Baca juga : DKI Bangun Dermaga Di PIK
Perlindungan terhadap petani dan nelayan lokal menjadi bagian penting dari strategi ketahanan nasional di tengah situasi global yang tidak menentu.
“Kita tidak bisa bergantung terus pada pasar luar. Saatnya pemerintah hadir lebih kuat, membela pangan lokal dan produk petani kita,” tegasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya