RM.id Rakyat Merdeka - Ekonom Senior INDEF sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini menegaskan, Koperasi Merah Putih sebagai pilar ekonomi kerakyatan memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian ekonomi nasional. Namun, menurutnya, koperasi di era modern tak lagi bisa dikelola secara konvensional.
“Untuk menjadi lembaga ekonomi yang modern, profesional, dan mampu bersaing, koperasi harus dijalankan oleh manajemen yang tersertifikasi dan berkualitas,” ujar Didik dalam keterangannya, Selasa (13/5/2025).
Ia menekankan, profesionalisme pengurus dan manajer koperasi merupakan salah satu kunci utama keberhasilan program Koperasi Merah Putih. Sertifikasi kompetensi, lanjutnya, bukan sekadar formalitas, melainkan jaminan atas kapabilitas seseorang dalam mengelola koperasi secara sehat dan akuntabel.
Baca juga : Eddy Soeparno Dukung Penuh Koperasi Merah Putih: Gerakkan Ekonomi Lokal
“Manajer dan pengurus yang tersertifikasi telah melalui penilaian standar nasional, mencakup aspek manajemen, keuangan, kepemimpinan, hingga pelayanan terhadap anggota,” jelasnya.
Didik memaparkan bahwa sertifikasi memberikan banyak keuntungan. Pertama, meningkatkan kepercayaan dari anggota koperasi, mitra usaha, hingga lembaga keuangan. Kedua, menjamin penerapan prinsip tata kelola yang baik atau good cooperative governance. Ketiga, mencegah praktek manajemen yang buruk, penyalahgunaan dana, serta potensi konflik internal.
Menurutnya, tanpa dukungan sertifikasi dan peningkatan kapasitas manajerial, koperasi akan kesulitan mengakses pembiayaan dari perbankan karena tak mampu menyusun laporan keuangan akuntabel ataupun proposal usaha yang layak.
Baca juga : PPP Apresiasi Presiden Prabowo Sukses Genjot Produksi Beras dan Jagung
“Koperasi yang dikelola profesional akan mampu menghasilkan proposal usaha yang bankable—dengan proyeksi arus kas, analisis pasar, risiko, dan strategi mitigasi yang jelas,” tambahnya.
Lebih lanjut, Didik menyarankan agar koperasi pemula bermitra dalam menjalankan usaha, termasuk dengan menjalankan model bisnis waralaba yang telah terbukti. “Ini lebih adil jika dimiliki koperasi di pedesaan daripada dikuasai pribadi atau konglomerat,” ucapnya.
Ia pun menegaskan bahwa semangat gotong royong harus dibarengi dengan kapasitas manajerial yang mumpuni. “Transformasi ke arah profesionalisme adalah kunci agar koperasi menjadi institusi ekonomi rakyat yang kuat, berdaya saing, dan dipercaya lembaga keuangan,” tegas Didik.
Baca juga : Menkop Gandeng Kejagung Kawal 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih
“Sudah saatnya koperasi bangkit dengan standar baru—lebih tinggi, modern, dan akuntabel,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.