BREAKING NEWS
 

Perkuat Ekonomi Nasional, MIND ID Dorong Pengolahan Timah

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 14 Mei 2025 09:11 WIB
Pengolahan timah. (Foto: MIND ID)

RM.id  Rakyat Merdeka - MIND ID, BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia, memastikan bahwa pengolahan timah terus diarahkan untuk memberi manfaat nyata bagi perekonomian nasional.

Melalui PT Timah Tbk (TIMAH), MIND ID sebagai strategic active holding mendorong peningkatan produksi dan penguatan hilirisasi untuk menghadirkan multiplier effect bagi ekonomi nasional, sekaligus menjalankan program tanggung jawab sosial yang konsisten demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Corporate Secretary MIND ID Pria Utama mengatakan, timah merupakan salah satu komoditas mineral kritis yang pengelolaannya harus dijalankan secara bertanggung jawab serta mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia.

Baca juga : Pelaku UMKM Harus Dibina

"MIND ID selaku holding yang menaungi TIMAH akan terus konsisten menjamin bahwa pengolahan timah mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional, baik melalui peningkatan pendapatan negara maupun penciptaan lapangan kerja," ujarnya.

Dari sisi kinerja, Pria memaparkan bahwa operasional dan bisnis TIMAH telah menunjukkan tren positif. Laporan keuangan konsolidasian TIMAH tahun buku 2024 yang telah diaudit menunjukkan bahwa produksi bijih timah meningkat 31 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 19.437 ton. Produksi logam timah naik 23 persen YoY menjadi 18.915 metrik ton, dan penjualan logam timah tumbuh 22 persen YoY menjadi 17.507 metrik ton.

Adsense

Kinerja ini berkontribusi pada peningkatan pendapatan perusahaan sebesar 29,37 persen YoY menjadi Rp 10,86 triliun. EBITDA tercatat melonjak 396 persen menjadi Rp 2,71 triliun, dan laba bersih tumbuh signifikan menjadi Rp 1,19 triliun.

Baca juga : Luhut: Perlambatan Ekonomi Hal Wajar, MBG Bisa Jadi Motor Penting

Pria menekankan, penggunaan teknologi peleburan TSL Ausmelt Furnace menjadi motor penggerak utama dalam mengolah bijih timah berkadar rendah, yakni 40–70 persen Sn, dengan kapasitas produksi hingga 40.000 ton timah cair per tahun.

Selain aspek operasional, TIMAH juga terus melakukan inovasi dalam pengembangan produk hilir. Salah satunya adalah keberhasilan mengembangkan dimethyltin dichloride (DMT) dalam bentuk solid, yang sebelumnya hanya tersedia dalam bentuk cair. 

Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membuka peluang baru dalam penyediaan bahan baku industri panel surya, sehingga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok teknologi global.

Baca juga : Komit Terhadap Keselamatan Kerja, KHI Borong Tiga Penghargaan K3

Selain itu, TIMAH juga memiliki program pengembangan mineral logam tanah jarang (LTJ) atau Rare Earth Element di Tanjung Ular, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

“Dengan hilirisasi yang jalankan secara berkelanjutan ini, kami terus mengupayakan agar timah menjadi salah satu mineral yang juga siap untuk menjadi tulang punggung bagi penguatan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045," katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense