BREAKING NEWS
 

Hadapi Tantangan Ekonomi Global

RI-Inggris Kerek Kerja Sama Perdagangan Dan Investasi

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Senin, 19 Mei 2025 07:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto saat menerima kunjungan Duta Besar Kerajaan Inggris untuk Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor-Leste Dominic Jermey di Jakarta, Jumat (16/5/2025). (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah dinamika ekonomi global yang sarat ketidakpastian, Indonesia dan Inggris terus mempererat kerja sama. Lewat skema kemitraan baru bertajuk Economic Growth Partnership (EGP), kedua negara mendorong peningkatan perdagangan dan investasi lintas sektor strategis.

Indonesia dan Inggris sepakat memperkuat kerja sama perda­gangan dan investasi. Hal ini se­bagai langkah untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang ditandai oleh meningkatnya tren proteksionisme dan ketidakpas­tian rantai pasok dunia.

Kesepakatan ini dibahas da­lam pertemuan antara Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Har­tarto dan Duta Besar Kerajaan Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Dominic Jermey di Jakarta, belum lama ini.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris pada November 2024, sekaligus memperingati 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Baca juga : Taman 24 Jam Rawan Jadi Tempat Esek-esek

“Kedua kepala pemerintahan telah menyepakati pembentukan Indonesia–UK Economic Growth Partnership (EGP) se­bagai kerangka kerja sama baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kolaborasi lintas sektor,” ujar Airlangga dalam keterangan resmi dikutip, Minggu (18/5/2025).

EGP dirancang sebagai plat­form strategis untuk memperkuat integrasi ekonomi yang terbuka, inklusif, dan berkelanjutan.

Selain sektor perdagangan, pertemuan turut membahas se­jumlah isu prioritas, seperti penguatan rantai pasok, kerja sama pendidikan, serta peningkatan investasi sektor kesehatan.

Adsense

Airlangga juga menyampai­kan harapan agar Inggris, seba­gai anggota Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), terus mem­berikan dukungan terhadap proses aksesi Indonesia.

Baca juga : Crystal Palace Raih Piala FA Perdana, The Citizens Zonk!

Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia berencana menyampai­kan dokumen Initial Memorandum (IM) pada awal Juni 2025, bertepatan dengan penyelenggaraan OECD Ministerial Council Meeting.

Dalam bidang pendidikan, kedua negara membahas pengembangan kampus King’s College London (KCL) di Ka­wasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Jawa Timur.

Proyek ini diharapkan menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi seka­ligus memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia.

“Indonesia juga mengundang Inggris untuk berpartisipasi dalam pengembangan KEK sektor kese­hatan di Sanur dan Batam, sebagai bentuk sinergi dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan na­sional,” ujar Airlangga.

Baca juga : Kebut Regenerasi, PBSI Gembleng Alwi Dan Ubed

Menanggapi hal itu, Dubes Jermey menyampaikan apresiasi atas kemajuan hubungan bilateral. Serta respons positif Indo­nesia terhadap proses aksesi ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).

Dia juga menginformasikan bahwa Inggris akan meluncur­kan UK Industrial Strategy pada Juni 2025, yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Per­dana Menteri Keir Starmer.

Strategi tersebut akan men­cakup kebijakan penurunan harga energi dan penguatan industri nasional, yang dapat menjadi dasar baru bagi perluasan kerja sama kedua negara ke depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense