BREAKING NEWS
 

Menteri Maman Beberkan Peran Penting UMKM Dalam Program MBG

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Senin, 19 Mei 2025 19:51 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat peluncuran program perdana Makan Bergizi Gratis di Cikeeunyi, Kabupaten Bandung, Senin (19/5/2025). (Foto: Dok. Kementerian UMKM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyebut, peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), merupakan ekosistem yang sehat bagi pengusaha UMKM untuk pemerataan dan keadilan ekonomi. 

Dia bilang, jika dalam konteks margin keuntungan, berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN) dalam satu SPPG memang dibatasi 3 sampai 4 ribu penerima program MBG. 

“Kenapa tidak boleh lebih? Karena Pemerintah ingin menciptakan pemerataan dan keadilan ekonomi di seluruh daerah," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (19/5/2025). 

Baca juga : Raker Komisi V DPR, Menteri Ara Sampaikan Peta Jalan Program 3 Juta Rumah

Maman mengatakan, UMKM memiliki posisi sangat strategis dalam mendukung program MBG, yang merupakan program prioritas nasional dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan unggul. 

Menurut Maman, keterlibatan UMKM terjadi di tiga titik utama yaitu pemasok bahan baku di sisi hulu, penyedia jasa boga SPPG di sisi dapur, dan pengolah limbah makanan di sisi hilir. 

Adsense

SPPG Cileunyi Al-Kasyaf dipilih karena memenuhi indikator sebagai SPPG ramah UMKM, karena telah mengoptimalkan perekonomian lokal dan melibatkan pengusaha UMKM mulai dari hulu hingga ke hilir. 

Baca juga : Perkuat Literasi Keuangan Syariah, OJK Gandeng AO PNM dalam Program SICANTIKS

Berdasarkan data BPS tahun 2023, Maman melanjutkan, ada sekitar 29,3 juta pengusaha UMKM di sektor pangan yang bisa berperan sebagai pemasok bahan baku. Sedangkan berdasarkan data Sistem Informaai Data Tunggal (SIDT) Kementerian UMKM 2024, ada lebih dari 30 ribu UMKM untuk sektor jasa boga dan pengelola limbah makanan.

Program MBG mengusung semangat ‘UMKM Mandiri, Gizi Terpenuhi.’ Hal tersebut, kata Maman, berarti bahwa penguatan UMKM dalam rantai pasok MBG adalah kunci dalam menjaga kontinuitas dan kualitas pangan bergizi bagi masyarakat. 

Dalam hal ini, Kementerian UMKM memberikan dukungan nyata melalui empat pilar utama yaitu memfasilitasi akses permodalan dan pembiayaan, peningkatan kapasitas manajemen usaha, peningkatan produktivitas, dan legalitas hingga pelindungan usaha bagi pekerja dan relawan di ekosistem MBG.

Baca juga : Mengenal Muhammad Ridwan Andreas dan Komitmennya Bantu Program Gizi Nasional

"Peningkatan kapasitas manajemen usaha ini termasuk pendampingan intensif selama tiga bulan kepada UMKM agar memenuhi spesifikasi SPPG, serta pelatihan pengelolaan sisa makanan melalui budidaya maggot," ujarnya.

Maman juga menyebut, upaya tersebut merupakan momentum kolaborasi lintas sektor dalam mendukung amanat Undang-Undang dan Peraturan Presiden mengenai kemudahan, pelindungan, dan pemberdayaan UMKM.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense