BREAKING NEWS
 

Genjot Sistem Informasi Berbasis Teknologi

Pemerintah Perkuat Daya Saing Global Industri Sawit

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Sabtu, 24 Mei 2025 07:05 WIB
Menteri Koordinator (Men­ko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia terus memperkuat tata kelola industri kelapa sawit nasional agar semakin berkelanjutan, transparan dan mampu bersaing di pasar global. Salah satu upaya strategis yang tengah dikembangkan adalah sistem informasi dan tracing (pelacakan) sawit nasional berbasis teknologi.

Menteri Koordinator (Men­ko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, sistem ini merupakan jawaban atas meningkatnya tuntutan global terhadap transparansi dan keberlanjutan industri sawit.

“Sistem informasi dan tracing ini akan menjadi nilai tambah bagi komoditas kelapa sawit Indonesia di pasar global,” ujar Airlangga saat menerima Tim Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di Jakarta, Jumat (23/5/2025).

Dalam pertemuan itu, Airlangga mengapresiasi langkah progresif Tim ISPO dalam mendorong re­formasi tata kelola sektor sawit.

Eks Ketua Umum Partai Gol­kar ini menekankan penting­nya desain sistem tracing yang sederhana. Namun efektif agar mudah diakses dan digunakan oleh seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petani hingga pelaku industri besar.

Baca juga : Lindungi Driver, Dukung Aplikator Berkembang

“Sistem tracing harus diran­cang simpel dan user-friendly, agar bisa diakses oleh semua pihak yang berkepentingan. Sistemnya sederhana, tapi tetap bisa memfasilitasi pasar global,” ujarnya.

Sistem informasi dan tracing ini akan mengintegrasikan data terkait sertifikasi, lokasi perke­bunan, serta aspek keberlanjutan lingkungan.

Penggunaan teknologi pelacakan akan menjamin trans­paransi rantai pasok dari hulu hingga hilir, serta memastikan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan baik domestik maupun internasional.

Airlangga menambahkan, pengembangan sistem ini mem­butuhkan sinergi kuat antara kementerian/lembaga, pelaku usaha, asosiasi, akademisi, serta pemantau independen.

Adsense

Sistem ini juga harus sejalan dengan kebijakan strategis na­sional. Termasuk peta jalan industri sawit berkelanjutan.

Baca juga : Permukiman Kebanjiran, Motor Dan Onderdil Hanyut

Sawit merupakan salah satu tu­lang punggung ekonomi nasional. Dengan sistem tracing yang andal, kita bisa tunjukkan bahwa sawit Indonesia dikelola secara bertang­gung jawab dan sesuai prinsip keberlanjutan,” tegasnya.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan BUMN Usaha Manufaktur, Agro, Farmasi dan Kesehatan Kemenko Pereko­nomian Moch Edy Yusuf me­nambahkan, sektor kelapa sawit telah berkontribusi besar bagi negara. Mulai dari penciptaan jutaan lapangan kerja, penguatan ekonomi daerah, hingga pengen­tasan kemiskinan.

Pemerintah juga terus mem­perkuat hilirisasi industri sawit sebagaimana diarahkan dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Selain itu, disiapkan pula Per­aturan Presiden tentang Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB) 2025–2029, sebagai kelanjutan dari Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2019.

Sertifikasi ISPO juga tengah disempurnakan untuk memperkuat standar keberlanjutan industri sawit nasional. Namun, menurut Edy, tantangan masih ada.

Baca juga : Real Madrid Vs Real Sociedad, Malam Terakhir Maestro Di Bernabeu

Mulai dari tumpang tindih lahan dengan kawasan hutan, rendahnya tingkat sertifikasi ISPO di perkebunan rakyat, dampak perubahan iklim ter­hadap produktivitas, hingga belum optimalnya program peremajaan sawit rakyat.

“Menanggapi berbagai tantangan tersebut, pemerintah tidak hanya mengeluarkan kebi­jakan strategis, tetapi juga aktif menjalin kerja sama interna­sional,” ujarnya.

Salah satu bentuk kerja sama konkret tersebut adalah melalui Sustainable Landscape Program Indonesia (SLPI), program bilateral antara Indonesia dan Swiss melalui Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO).

Sejak 2024, SLPI telah ber­jalan di sepuluh kabupaten dengan kegiatan yang mendukung pengelolaan sawit berkelanju­tan. Termasuk pendampingan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menyusun rencana aksi sawit berkelanjutan dan program ketahanan pangan na­sional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense