RM.id Rakyat Merdeka - Nilai investasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) telah mencapai Rp 135,1 triliun. Pemerintah memastikan bakal memperkuat tata kelola dan memangkas birokrasi perizinan guna mempercepat realisasi investasi.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan, investasi tersebut berasal dari investor asing dan domestik. Terutama di sektor hunian serta Jalan dan Terowongan Multi Utilitas (MUT).
“Transparansi dan tata kelola yang baik adalah fondasi utama dalam semua tahapan investasi,” kata Basuki di Jakarta, Selasa (10/6/2025).
Baca juga : DKI Darurat Kebakaran
Dia menjelaskan, peningkatan investasi terjadi melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), baik solicited maupun unsolicited.
Pemerintah telah menyederhanakan proses birokrasi tanpa mengurangi prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas.
Beberapa proyek KPBU sektor hunian yang telah mendapat persetujuan Pemerintah, antara lain pembangunan delapan tower hunian Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh PT Nindya Karya dan 109 rumah tapak oleh PT Intiland. Keduanya ditargetkan memulai konstruksi pada 2025.
Investor lain yang terlibat, antara lain Ciputra Nusantara, Konsorsium Triniti-Truba, Konsorsium IJM-CHEC dan Maxim. Mereka telah menyelesaikan atau tengah menyusun studi kelayakan sebagai bagian dari tahapan evaluasi proyek.
Sektor jalan dan MUT juga mencatat perkembangan positif dengan lima calon investor dari China, Malaysia dan Indonesia.
Nilai indikatif investasi di sektor ini mencapai Rp 71,8 triliun dengan Rp 55 triliun berasal dari luar negeri.
Baca juga : MotoGP, Marc Marquez Pernah Diancam Mau Disantet
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono menambahkan, China menjadi penyumbang terbesar investasi asing dengan nilai hampir Rp 70 triliun di sektor perumahan, MUT dan infrastruktur jalan.
Dia juga menyebut, investasi langsung asing dari PT Delonix Bravo Investment senilai Rp 500 miliar telah dimulai pada September 2024, dengan pembangunan Delonix Nusantara Commercial Complex di lahan seluas 24.200 meter persegi (m2).
“Ini kepercayaan besar terhadap pembangunan IKN. Kami akan terus menjajaki peluang investasi lainnya,” ujar Agung.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.