RM.id Rakyat Merdeka - Pameran Industri Pertahanan terbesar di Asia, Indo Defence 2025 Expo & Forum secara resmi telah dibuka Presiden Prabowo Subianto di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran.
Usai meresmikan pembukaan acara, Prabowo langsung melakukan kunjungan ke booth DEFEND ID.
Menghadirkan Holding BUMN Industri Pertahanan, DEFEND ID yang terdiri dari PT LEN Industri (Persero) sebagai induk holding, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia (PTDI), PT PAL Indonesia dan PT Dahana.
DEFEND ID memiliki peran strategis dalam mewujudkan kemandirian alat utama sistem senjata (Alutsista) nasional.
Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo Subianto didampingi Direktur Utama (Dirut) PT LEN Industri (Persero) Joga Dharma Setiawan, Dirut PT Pindad Sigit Puji Santosa, Dirut PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Marsda Gita Amperiawan, Dirut PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod, dan Dirut PT Dahana Hary Irmawan.
Di hadapan Presiden Indonesia ke-8, para Dirut menjelaskan mengenai produk-produk unggulan, capaian teknologi terbaru, serta arah pengembangan industri pertahanan yang akan terus maju.
Baca juga : Menko Polkam: Indo Defence Ajang Strategis Penguatan Kerja Sama Pertahanan Keamanan
Mereka juga memastikan akan menjalankan arahan Prabowo terkait pentingnya penguatan pertahanan nasional melalui dukungan industri dalam negeri dan diplomasi pertahanan.
“Di tengah dinamika geopolitik global, komitmen kami adalah memastikan kedaulatan bangsa melalui inovasi teknologi pertahanan yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan,” ucap Joga dalam keterangannya, Kamis (12/6/2025).
Mengusung tema strategis: “Defence Partnerships for Global Peace & Stability”, menjadi sebuah bentuk penegasan atas visi Indonesia sebagai negara yang aktif menjaga perdamaian dunia sambil memperkuat kemampuan pertahanan nasional secara mandiri dan berdaulat.
Di gelaran Indo Defence 2025, DEFEND ID menghadirkan booth terintegrasi yang menampilkan deretan produk dan teknologi unggulan hasil inovasi industri pertahanan dalam negeri. Mulai dari kendaraan tempur darat, sistem persenjataan, kapal perang, amunisi, pesawat militer, hingga sistem elektronik dan teknologi pertahanan.
Booth ini menjadi etalase kemajuan kemandirian pertahanan nasional. Partisipasi DEFEND ID tidak hanya ditujukan untuk memperkuat citra industri pertahanan Indonesia di mata dunia, tapi membuka peluang kerja sama strategis dengan mitra global dalam pengembangan teknologi pertahanan.
Sejalan dengan yang disampaikan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin untuk menampilkan produk terbaik, PT LEN Industri (Persero) hadir dan berperan sebagai integrator sistem lintas platform untuk Alutsista (Alat Utama Sistem Senjata Nasional), dengan pendekatan network centric warfare yang terintegrasi dan adaptif terhadap dinamika ancaman modern.
Baca juga : Hadiri Pembukaan Indo Defence, Menko Polkam Dorong Penguatan Kerja Sama Pertahanan
Dalam menjalankan perannya, PT LEN Industri menghadirkan berbagai produk unggulan seperti LEN NavysysIntercom M2, NCS Link ID, CMS/FCS, SII, dan IMINT, yang mendukung efektivitas dan interoperabilitas sistem pertahanan.
Dalam sistem senjata dan amunisi unggulan dari PT Pindad, termasuk inovasi terbaru seperti senapan serbu SS3-M1, senjata anti drone SPS-1, SS Amphibious dan Senapan Mesin Berat (SMB) SM5-A1.
Event ini juga menjadi momentum bagi PT Pindad untuk memperkenalkan dan meresmikan kendaraan operasional 4x4 elektrik, Pandu.
Kendaraan ini ditujukan untuk menunjang operasional TNI dengan kemampuan taktis yang bersumber tenaga listrik(BEV - NMC battery).
Menggunakan motor listrik bertipe 3 in 1 Permanent Magnet Synchronous Motor, Pandu mampu melaju pada kecepatan aman 100 km/jam dan memiliki jarak tempuh hingga 400 km.
Kali ini, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) lebih mendorong komersialisasi produk-produk unggulan, dari pesawat terbang hingga sistem senjata.
Baca juga : Buka Indo Defence 2025, Prabowo Tegaskan Pentingnya Pertahanan Negara
Melalui rangkaian produk strategis, PTDI memamerkan beragam kemampuannya dalam pengembangan special mission platform pada pesawat CN235-220 dan helikopter Bell 412 untuk operasi Anti-Submarine Warfare (ASW), produksi Folding Fin Aerial Rocket (FFAR) dan Wrap Around Fin Aerial Rocket (WAFAR), pesawat NC212i dan N219, pengembangan produk Unmanned Aerial Vehicle (UAV), serta produk kolaborasilainnya dengan industri dalam negeri maupun internasional.
Dari sisi kemaritiman, PT PAL Indonesia sebagai galangan kapal perang tidak hanya mampu membangun kapal, tapi juga menguasai peran sebagai sistem integrator untuk platform dan Sewaco.
PT PAL menampilkan sejumlah produk unggulan, berupa kapal pendukung seperti Landing Platform Dock (LPD) 163 dan kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) yang merupakan pengembangan teknologi dari LPD.
Di segmen kapal kombatan, PAL menghadirkan Kapal Cepat Rudal (KCR), kapal Frigate, serta kapal selam Scorpene yang menjadi bukti penguasaan teknologi tertinggi dalam pembangunan kapal.
Selain pembangunan kapal, PT PAL juga mengerjakan ratusan proyek pemeliharaan, termasuk kapal-kapal perang hingga pada tingkat overhaul.
Kehadiran Presiden Prabowo di booth DEFEND ID tidak hanya menjadi kehormatan, tapi juga momentum penting yang menegaskan bahwa industri pertahanan nasional mendapat perhatian dan dukungan penuh dari Pemerintah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.