BREAKING NEWS
 

UMKM Beri Kontribusi Besar

BSI International Expo Catat Transaksi 2,66 T

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Selasa, 1 Juli 2025 07:05 WIB
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Anggoro Eko Cahyo (keempat kiri) bersama jajaran manajemen dan komisaris BSI, foto bersama seusai menutup acara BSI International Expo 2025 di Jakarta Convention Center, Minggu (29/6/2025). (Foto: AMA/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - BSI International Expo 2025 mencatat transaksi bisnis mencapai Rp 2,66 triliun. Jumlah ini meningkat dibandingkan capaian tahun lalu, sebesar Rp 2,47 triliun.

Segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan korporasi dalam event tersebut, memberi kontribusi terbesar dalam ajang pameran yang digelar PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo (jabatannya efek­tif sampai dinyatakan lulus uji kepantasan dan kepatutan Otori­tas Jasa Keuangan/OJK) bersyu­kur, dengan pencapaian gelaran BSI International Expo 2025.

Menurut Anggoro, capaian ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap Expo yang mengusung konsep ekosistem halal dan keuangan syariah se­cara holistik.

Transaksi Rp 2,66 triliun ini merupakan bagian dari business matching antara UMKM dan berbagai sektor industri.

“Kami berharap, UMKM yang tergabung dalam Expo dapat mengembangkan bisnis­nya secara berkelanjutan setelah acara usai,” harap Anggoro dalam acara closing ceremony BSI International Expo 2025 di Jakarta, Minggu (29/6/2025).

Anggoro menuturkan, ge­laran signature tahunan BSI ini berhasil mendatangkan lebih dari 60.191 pengunjung atau mengalami kenaikan dari tahun lalu yang mencapai 50 ribu pengunjung.

Baca juga : Dagang Makin Gampang, Pengusaha Lebih Lincah

Selain itu, Expo ini juga suk­ses mencatatkan 30 penandatan­ganan MoU (Memorandum of Understanding) business matching, dengan potensi tran­saksi mencapai 20,8 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau se­tara Rp 337,75 miliar. Busi­ness matching ini diikuti oleh 52 buyer dari berbagai negara.

“Business matching ini adalah pintu awal. Kami akan terus mendampingi UMKM agar tum­buh besar dan ekonomi syariah semakin maju,” tambah Anggoro.

BSI, sambung Anggoro, juga mendorong penguatan bisnis emas di Indonesia sebagai bul­lion bank (bank emas) pertama di Tanah Air. Program One Family One Kilogram Emas di­harapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat, untuk menabung emas sebagai bagian dari kesejahteraan.

Di sektor lain, BSI juga mengajak masyarakat untuk segera mendaftar haji dan umrah, mengingat potensi pendaftar yang masih besar. Yaitu, sekitar 8,9 juta orang yang eligible na­mun belum mendaftar.

Transaksi terbesar dalam Expo ini didominasi oleh sek­tor retail. Khususnya fashion, makanan, dan travel haji-umrah, dengan kontribusi signifikan dari bisnis emas.

“Transaksi retail (termasuk di dalamnya emas dan UMKM) mencapai sekitar 40 persen, dari total transaksi Rp 2,66 triliun,” sebutnya.

Anggoro menuturkan, me­lalui Expo ini, pihaknya ingin menegaskan, bahwa ekosistem halal adalah jawaban atas kondi­si ekonomi yang sering kali menantang.

Baca juga : Satpol PP Pasang Spanduk Larangan Berbuat Asusila

“Dengan semangat agile dan in­novative, BSI mendorong pengem­bangan Islamic Ecosystem di Tanah Air, melalui kolaborasi dan sinergi dengan seluruh stake­holder,” kata Anggoro.

Di kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan, salah satu contoh keberhasilan UMKM yang didampingi BSI adalah suksesnya business matching dari 52 buyer mancanegara menghasilkan 30 MoU deal business selama Expo.

Hal ini membuktikan daya saing UMKM Indonesia mampu masuk di dalam kancah global. Menurut Bob, BSI Expo menjadi wadah untuk misi keberlanjutan.

Transaksi deal terbesar itu ada di dua komoditas. Yakni, cengkeh sebesar Rp 42,3 miliar (2,6 juta dolar AS) dengan Australia. Dan, kopi senilai Rp 38,9 miliar (2,4 juta dolar AS) dengan Azerbaijan.

Sementara tahun lalu, komo­ditas cabe menjadi unggulan. Dari kesepakatan deal business sebesar 2 ton menjadi 8 ton dengan Malaysia.

“Acara ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi syariah Indonesia dan memperluas pasar global produk halal,” ujarnya.

Adsense

Terpisah, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Ekonomi Indef Tauhid Ahmad mengatakan, per­bankan sangat berperan dalam memperkuat UMKM dalam hal pembiayaan, ataupun melalui fasili­tas seperti pameran maupun logistik.

Baca juga : Olla Ramlan, Pacaran Dengan Duda Brondong

Perbankan juga mempermu­dah UMKM mengembangkan usaha dan peningkatan kualitas.

“Apalagi pembiayaan syariah saat ini banyak diminati dan dibutuhkan oleh UMKM,” ujar Tauhid kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Bersama Pemerintah, per­bankan syariah seperti BSI, turut berupaya menjaga level daya beli dan konsumsi masyarakat melalui berbagai dukungan. Khususnya dalam mengha­dapi ancaman guncangan eko­nomi global. Dia menegaskan, UMKM dalam kondisi apapun harus survive.

“Seluruh pihak perlu mem­berikan ruang agar belanja negara dan daya beli masyara­kat bisa terus ada, mendukung pertumbuhan ekonomi di dalam negeri,” kata Tauhid.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense