Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Beri Edukasi Pengunjung Taman 24 Jam
Satpol PP Pasang Spanduk Larangan Berbuat Asusila
Selasa, 1 Juli 2025 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus menindaklanjuti keluhan pengunjung Taman 24 Jam yang tidak nyaman fasilitas tersebut digunakan sejumlah pemuda-pemudi untuk bermesra-mesraan. Tata tertib harus ditegakkan agar semua kalangan bisa menikmati Taman 24 Jam.
Banyak warga mengeluh, tidak nyaman melihat muda-mudi berpacaran di Taman 24 Jam. Bahkan, ada yang menyebutnya sebagai perbuatan mesum.
Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno sudah mendengar keluhan itu. Rano pun sigap menanggapi protes dari sejumlah warga mengenai penggunaan taman kota sebagai tempat berpacaran.
“Kemarin kan ada orang protes, Bang, taman jadi tempat orang pacaran,” ujar politisi berpanggilan Bang Doel ini, di Cibis Park, Jakarta Selatan, Rabu (25/6/2025).
Rano mengaku menanggapi hal ini dengan cara bercanda. “Ya elah, kayak nggak pernah muda aje. Bukan berarti kita kasih izin, tapi yang namanya orang muda ketemu di taman, ngobrol di bawah pohon sengon, pegang deh jari-jari dikit,” guyonnya.
Baca juga : Olla Ramlan, Pacaran Dengan Duda Brondong
Rano mengingatkan, ruang terbuka seperti taman seharusnya menjadi ruang hidup warga yang dapat digunakan untuk aktivitas sosial secara wajar dan bertanggung jawab. “Kita diemin itu taman kosong melompong, salah lagi, mubazir,” ucapnya.
Karena itu, dia mengajak masyarakat untuk bersama-sama memanfaatkan dan menjaga ruang-ruang publik di Jakarta agar tetap fungsional dan bermanfaat.
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung meresmikan lima taman kota yang beroperasi 24 jam. Antara lain, Taman Langsat di Jalan Barito, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Seiring itu, muncul video sejoli bermesra-mesraan di Taman Langsat pada malam hari. Video ini sempat viral di media sosial (medsos).
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Wibi Andrino mendorong Dinas Pertamanan dan Hutan (Distamhut) DKI menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI untuk menjaga taman yang beroperasi 24 jam. “Keamanannya juga harus 24 jam,” saran Wibi.
Baca juga : Resmikan Hilirisasi Baterai Kendaraan Listrik, Prabowo Tidak Lupa Jasa Jokowi
Wibi berharap, dengan penjagaan 24 jam, maka tak ada lagi kejadian serupa yang berpotensi mengganggu kenyamanan para pengunjung lainnya. “Hal viral di Taman Langsat, semoga tidak terjadi lagi,” ucap politisi Partai NasDem ini.
Wibi menambahkan, pengawasan semua taman harus maksimal, sehingga masyarakat bisa rileks dan santai menikmati ruang publik itu kapan pun. “Termasuk, pada malam hari,” tandasnya.
Wibi tidak ingin karena ulah segelintir oknum, kebijakan Gubernur Jakarta Pramono Anung membuka taman 24 jam, dibatalkan. Mengingat, banyak warga Jakarta yang merasakan manfaatnya.
Antara lain, para pekerja bisa berolahraga setelah jam pulang kantor dan memanfaatkan taman jadi tempat berkumpul komunitas masyarakat, seperti kelompok penyuka hewan dan lainnya.
“Kebijakan ini berasal dari niat baik, agar warga Jakarta bisa menikmati fasilitas yang dimiliki Pemprov. Tapi, niat baik juga harus diiringi perencanaan dan pengawasan yang luar biasa,” tutur Wibi.
Baca juga : Dari Pusat Sampai Daerah, Proyek Infrastruktur Paling Sering Dikorupsi
Kepala Satpol PP Jakarta Selatan Nanto Dwi Subekti mengatakan, pihaknya berupaya mengoptimalkan pengawasan Taman Langsat. Untuk itu, selain mengerahkan personel untuk pengawasan rutin, Satpol PP memasang spanduk di 15 titik Taman Langsat.
Pemasangan spanduk larangan berbuat asusila itu, untuk mengedukasi masyarakat agar lebih sadar tentang pentingnya menjaga norma dan tata tertib di ruang publik, khususnya taman. [RAA/DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya