Dark/Light Mode

Rusia Serang Ukraina Lagi, Israel Kembali Bombardir Gaza

Dunia Masih Belum Tenang

Senin, 30 Juni 2025 08:00 WIB
Gedung apartemen yang rusak akibat serangan pesawat nirawak dan rudal Rusia, di kota Smila, wilayah Cherkasy, Ukraina, Minggu (29/6/2025). (Foto: Handout via Reuters)
Gedung apartemen yang rusak akibat serangan pesawat nirawak dan rudal Rusia, di kota Smila, wilayah Cherkasy, Ukraina, Minggu (29/6/2025). (Foto: Handout via Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Meskipun Iran-Israel sudah gencatan senjata, tapi dunia masih belum tenang. Di belahan dunia lain, perang masih berkecamuk. Rusia kembali serang Ukraina, dan Israel kembali bom Gaza.

Perang Rusia vs Ukraina yang sudah berlangsung sejak 2022, hingga kini belum berakhir. Teranyar, Rusia baru saja melancarkan serangan ke Ukraina, Sabtu (28/6/2025) dan Minggu (29/6/2025) waktu setempat.

Menukil laporan AFP, mliter Ukraina mengklaim, tentara Rusia telah menerbangkan 477 drone dan 60 rudal ke wilayahnya. Namun, 475 drone dan 39 rudah berhasil diantisipasi. Laporan CNN juga menyebut, Rusia telah mengerahkan 110 ribu tentaranya untuk menguasai Pokrovsk.

Kepala Militer Ukraina Oleksandr Syrskyi mengatakan, Pokrovsk dianggap kota strategis bagi Moskow. Agresi ini sejalan dengan keinginan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk merebut semua wilayah di Ukraina timur.

Baca juga : Menko Polkam: Ini Bukti Talenta Unggul Bangsa

Merespons hal ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut bahwa Putin memutuskan untuk melanjutkan perang di tengah seruan perdamaian internasional. Karena alasan itu, kata dia, maka Ukraina akan kembali membeli sistem antirudal buatan Amerika Serikat.

“Ukraina harus memperkuat pertahanan udaranya, yang merupakan cara terbaik untuk melindungi nyawa,” kata Zelensky.

Di Timur Tengah (Timteng), tensi juga semakin memanas. Usai sepakat gencatan senjata dengan Iran, Israel justru lebih beringas terhadap Gaza. Serangan bertubi-tubi dilancarkan Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defence Force/IDF), baik dengan jet tempur maupun tank.

Asap mengepul setelah serangan Israel di Jabalia di Jalur Gaza utara, Sabtu (28/6/2025). (Foto: AFP)

IDF bahkan mengeluarkan perintah pengusiran terhadap warga Palestina, dan mengancam akan menyerang permukiman di Jalur Gaza bagian tengah. Juru bicara militer Avichay Adraee akan menyerang Kota Nuseirat, Al-Zahra, Al-Mughraqa, Al-Nuzha, Al-Bawadi, Al-Basma, Al-Zahra, Al-Bustan, Badr, Abu Huraira, Al-Rawda dan Al-Safa di Gaza tengah.

Baca juga : Kembali Cetak Prestasi Global, BRI Jadi Institusi Keuangan No.1 Di Indonesia Dalam Daftar Fortune Southeast Asia 500

Selain Gaza, Israel juga menyerang Lebanon menggunakan drone. Menurut laporan kantor berita pemerintah Lebanon, National News Agency (NNA), serangan IDF menyasar apartemen di Nabatieh. Klaim mereka, serangan tersebut berhasil menewaskan kepala intelijen salah satu batalion Radwan Force, Abbas Al Hassan Wahbi.

Menyikapi agresi itu, Kelompok Houthi Yaman, Sabtu (28/6/2025) mengumumkan telah meluncurkan rudal balistik Zulfiqar. Juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea mengaku, pasukan Houthi melakukan sejumlah operasi militer yang menargetkan Beer Sheva, Jaffa (Tel Aviv), dan Haifa menggunakan sejumlah rudal balistik dan drone.

Yahya menyebut, operasi itu sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina yang tertindas. Dia juga bersumpah bahwa kelompok tersebut akan melanjutkan operasi militer dan dukungannya hingga agresi di Gaza berhenti, dan blokade dicabut.

Masih di wilayah Timteng. Gencatan senjata Iran dengan Israel tak sepenuhnya mengubur peperangan. Perang bisa saja kembali terjadi usai keduanya sama-sama mengklaim kemenangan. Mengutip Anadolu, Pemerintah Iran telah menangkap dan mengeksekusi lebih dari 700 intelijen Israel. Pasalnya, sejak 13 Juni 2025, aktivitas mata-mata Zionis meningkat meningkat di wilayah Iran.

Baca juga : Demokrat Rancang Strategi Sejak Dini Hadapi Pemilu 2029

Sementara, Menteri Pertahanan Israel, Katz berniat menyingkirkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei. Mereka mengklaim telah mendapat restu Amerika untuk kembali menyerang Iran jika program nuklir di negara Islam tersebut mengalami kemajuan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.