RM.id Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mencatatkan kinerja keuangan yang impresif sepanjang tahun 2024.
Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp 41,91 triliun, naik 107 persen dibandingkan tahun 2023. Laba bersih juga tumbuh 54 persen menjadi Rp 2,24 triliun.
Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto mengatakan, peningkatan pendapatan terutama ditopang oleh penjualan gas yang meningkat signifikan serta kontribusi lini bisnis beyond kilowatt hour (kWh) dari anak perusahaan, seperti transportasi dan perdagangan batu bara.
Baca juga : Jasaraharja Putera Bukukan Premi Rp 1,46 Triliun di 2024, Naik 5,81 Persen
“Kinerja positif ini merupakan hasil dari konsistensi kami dalam memperkuat fundamental usaha. PLN EPI tidak lagi hanya bertumpu pada volume pasokan, tapi juga pada nilai tambah dari layanan energi primer,” ujar Rakhmad dalam keterangannya, Selasa (9/7/2025).
Capaian laba tersebut juga ditopang oleh efisiensi biaya penyediaan energi primer.
Perusahaan melakukan optimalisasi menyeluruh, terutama di sisi logistik dan rantai suplai, tanpa mengorbankan keandalan pasokan.
Baca juga : Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 20,19 Triliun Ke 173 Ribu UMKM Di Akhir Mei 2025
Dari sisi laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA), PLN EPI mencatatkan nilai sebesar Rp 3,64 triliun, naik sekitar 50 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp 2,42 triliun.
Dibandingkan tahun 2022, angka itu melonjak hampir tiga kali lipat dari Rp 1,35 triliun.
Kontribusi bisnis beyond kWh tercatat sebesar Rp 6,11 triliun atau naik 20 persen dibandingkan 2023 yang sebesar Rp 5,08 triliun.
Baca juga : Kinerja Moncer, PIS Kontribusi Pajak Rp 1,56 Triliun Di 2024
Pertumbuhan terutama berasal dari meningkatnya volume penjualan dan jasa transportasi batu bara.
Dengan capaian tersebut, PLN EPI menegaskan komitmennya dalam memperkuat rantai pasok energi primer sekaligus mendukung transisi energi nasional.
“Kami siap mendukung penguatan sistem energi nasional, tidak hanya melalui suplai gas dan batu bara, tapi juga pengembangan biomassa, LNG, hingga integrasi pasokan energi bersih,” kata Rakhmad.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.