Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Inggris mengancam akan menggugat mantan bos Chelsea, Roman Abramovich. Sebab, dana 2,5 miliar Paun (setara Rp 50 triliun) hasil penjualan Chelsea masih dibekukan hingga saat ini.
Dana tersebut seharusnya digunakan untuk bantuan kemanusiaan di Ukraina, tapi belum juga disalurkan hampir tiga tahun setelah klub dijual.
Penjualan Chelsea terjadi pada 2022 setelah Abramovich terkena sanksi karena dugaan kedekatannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, pasca invasi Rusia ke Ukraina.
Baca juga : Laba PTPN Tembus Rp 1,23 Triliun Di April 2025, Naik 3.165 Persen
Meskipun proses penjualan berjalan cepat dan menghasilkan dana besar, uang itu tidak dapat digunakan. Sebab, masih berada dalam status beku di bawah pengawasan pemerintah Inggris.
Dilansir dari Daily Mail, Kanselir Keuangan Rachel Reeves dan Menteri Luar Negeri David Lammy mengaku frustrasi atas lambatnya pencairan dana.
“Meskipun pintu negosiasi tetap terbuka, kami siap menempuh jalur hukum jika diperlukan,” ancam Reeves dan Lammy.
Baca juga : Selamat, Chelsea Juara Liga Konferensi Eropa!
Masalah utama terletak pada perbedaan tujuan penggunaan dana. Inggris ingin dana sepenuhnya untuk membantu rakyat Ukraina, sementara Abramovich ingin agar bantuan diberikan kepada semua korban perang, termasuk di Rusia.
Karena belum ada kesepakatan, dana tidak bisa dipindahkan atau digunakan. Selain itu, pemindahan dana memerlukan izin khusus dari Office of Financial Sanctions Implementation (OFSI), lembaga yang juga menyetujui penjualan Chelsea pada 2022.
Sementara itu, Abramovich belum memberikan tanggapan terkait ancaman gugatan ini. Sejak sanksi diberlakukan, dia tak lagi terlibat dalam urusan Chelsea.
Baca juga : Puan Kritisi Berbagai Persoalan Aktual
The Blues sekarang dimiliki konsorsium yang dipimpin Todd Boehly dan Clearlake Capital dengan manajemen yang sepenuhnya baru.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya