Sebelumnya
Dengan keterlibatan PHR tersebut, karhutla yang melanda area Kubu Pinang, Rokan Hilir berhasil dipadamkan pada 20 Juli 2025. Upaya respons cepat penanganan karhutla ini terus dilakukan dengan menurunkan tim terbaik di beberapa spot lainnya, seperti di Kecamatan Balai Jaya dan Kecamatan Bangko Pusako. Selain di Rohil, tim HSE Ops PHR juga diterjunkan di area kebakaran di wilayah Dumai, Duri, Minas, Libo, Petapahan dan Rumbai.
Terpisah, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heriawan meminta dukungan dan doa dari masyarakat dalam upaya penanganan karhutla yang terjadi di Riau, terutama di Rokan Hilir. Hal ini disampaikannya saat meninjau langsung lokasi kebakaran di Kecamatan Kubu, Sabtu (19/7/2025).
Herry mengungkapkan, kebakaran sudah berlangsung selama empat hari dan diperparah oleh cuaca panas serta angin kencang. Luas lahan terbakar diperkirakan mencapai lebih dari 100 hektar.
Baca juga : Blokir Anggaran KKP Sebaiknya Dicabut
"Ini menjadi perhatian bersama. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar kebakaran ini tidak memperburuk citra Riau di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.
Herry juga Kapolda menegaskan komitmen penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena dampaknya merugikan semua pihak.
Saat ini, Polda Riau telah menangani 39 kasus karhutla, sebagian di antaranya telah dilimpahkan ke kejaksaan. Polda Riau menegaskan akan terus mengambil langkah tegas dalam penanggulangan karhutla, yang menjadi ancaman rutin di wilayah tersebut.
Baca juga : TNI Amankan Pendaratan Darurat Pesawat Saudi Airlines di Kualanamu
Untuk diketahui, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak di bidang usaha hulu minyak dan gas bumi, di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018.
Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.
Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations).
Baca juga : Personel Gulkarmat Jakbar Berhasil Padamkan Api di Lapak Minyak Wangi, Tak Ada Korban
WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.