BREAKING NEWS
 

PHE Cetak Generasi Emas Lewat 94 Program Anak dan Pendidikan

Reporter & Editor :
FAZRY
Rabu, 23 Juli 2025 17:27 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina ikut andil dalam mencetak generasi emas bangsa.

Sepanjang 2024 hingga 2025, PHE telah merealisasikan 94 program Community Involvement and Development (CID) bertema anak, yang fokus pada peningkatan kesehatan dan pendidikan.

Program tersebut menyasar lebih dari 19.400 anak penerima manfaat, melibatkan lebih dari 35 UMKM dan membentuk 75 mitra binaan.

Tak hanya itu, Subholding Upstream juga menjalin lebih dari 230 kerja sama dengan institusi pemerintahan, lembaga kesehatan, pendidikan, dan komunitas.

Baca juga : Perkuat Ujung Tombak Penindakan, KPK Lantik 40 Penyelidik dan Penyidik Baru

"Setiap anak adalah cahaya harapan bangsa, mari ciptakan ruang yang aman, setara dan penuh kasih untuk mereka tumbuh, bermimpi dan bersinar yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan," ujar Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina Hermansyah Y Nasroen dalam keterangan tertulis perusahaan, Rabu (23/7).

Program-program itu juga ikut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya Tujuan 1 Tanpa Kemiskinan, Tujuan 2 Tanpa Kelaparan, Tujuan 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta Tujuan 4 Pendidikan Berkualitas.

Adsense

Salah satu program andalan adalah Sekolah Tari Gratis Sahabat Istimewa Bogor yang digagas Regional 5 Subholding Upstream (Pertamina Internasional EP).

Awal Juli lalu, enam anak dari sekolah ini sukses tampil menari di Paviliun Indonesia dalam ajang World Expo 2025 di Osaka, Jepang. Inisiatif lainnya datang dari Regional 1 Zona 1 Pertamina Hulu Energi Jambi Merang lewat program Kelas Berbagi (Sekolah Lestari Berbasis Teknologi).

Baca juga : KPI Gaspol Berdayakan Masyarakat Lewat Program TJSL

SDN 2 Sukajaya di Musi Banyuasin menjadi pionir sekolah ramah lingkungan dengan memanfaatkan aplikasi digital untuk edukasi pengelolaan sampah.

Program ini juga melahirkan inovator muda bernama Aqila yang menciptakan aplikasi edukasi Bocil Keling (Bocah Cilik Kelola Lingkungan).

Aplikasi ini sudah tersedia di Playstore dan mengajarkan proses daur ulang secara interaktif. Kesuksesan Kelas Berbagi di SDN 2 Sukajaya kemudian direplikasi ke sekolah lain, seperti SDN Pauh Simpang Tungkal di Kabupaten Musi Banyuasin, yang kini menjadi Sekolah Lestari Berdikari.

PHE menyatakan akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas yang sesuai dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Baca juga : Pertamina Tantang Generasi Muda Wujudkan Transisi Energi Lewat Pertamuda 2025

Perusahaan juga berkomitmen terhadap Zero Tolerance on Bribery melalui implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berstandar ISO 37001:2016.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense