Dark/Light Mode

KPI Gaspol Berdayakan Masyarakat Lewat Program TJSL

Rabu, 16 Juli 2025 17:57 WIB
Kader Posyandu Sehati di Dumai memberikan layanan kesehatan. (Foto: KPI)
Kader Posyandu Sehati di Dumai memberikan layanan kesehatan. (Foto: KPI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) makin serius memperkuat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di seluruh wilayah operasinya.

Program-program unggulan di berbagai daerah ini menjadi bentuk nyata komitmen KPI dalam menerapkan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang dilaksanakan KPI merupakan salah satu bentuk implementasi dari pilar Sosial dalam konsep ESG.

Program ini dilaksanakan untuk turut memberdayakan masyarakat di mana perusahaan beroperasi.

"Tujuan besarnya adalah menciptakan kemandirian masyarakat," kata Pjs Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, dalam keterangan tertulis, Senin (14/7).

Salah satu program andalan adalah Posyandu Sehati di Kelurahan Jaya Mukti dan Tanjung Palas, Dumai Timur.

Baca juga : MIND ID Ajak Masyarakat Jaga Laut Lewat Aksi Nyata

Selain memberikan layanan kesehatan, posyandu ini juga menjadi pionir dalam inovasi lingkungan dengan mengumpulkan minyak jelantah dari rumah warga demi mencegah pencemaran.

"Sejak 2024, KPI menjalankan program TJSL Posyandu Sehati di wilayah operasi Kilang Dumai. Posyandu Sehati memberikan kita wawasan baru, kalau layanan kesehatan bisa sejalan dengan penyelamatan lingkungan, yang bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya," ujar Milla.

Di Kilang Balongan, Kabupaten Indramayu, KPI menggagas program Kedai Kopi Teman Istimewa yang memberdayakan penyandang disabilitas tuna rungu menjadi barista.

Mereka mendapat pelatihan dan kini bisa punya penghasilan tambahan. "Atas peran serta KPI, disabilitas tuna rungu di sana menjadi berdaya karena bisa bekerja sebagai barista dan memiliki penghasilan tambahan," jelasnya.

Tak cuma itu, KPI juga melibatkan warga binaan Lapas Kelas IIB Indramayu dalam budidaya maggot dan produksi pupuk organik.

Program ini menjadi solusi atas tantangan sosial dan lingkungan yang dihadapi para narapidana.

Baca juga : Kapolri Ajak Tokoh Lintas Agama Sumut Dukung Program Pemerintah

Di wilayah Sungai Pakning, KPI Dumai menjalankan Kampung Gambut Berdikari untuk meningkatkan fungsi dan produktivitas lahan gambut.

Sementara itu, di Kilang Plaju, ada program Bahari Sembilang Mandiri (Berlari) yang fokus pada penanaman mangrove dan pemanfaatan pupuk kompos untuk tanaman pekarangan.

Di Kilang Cilacap, program Masyarakat Mandiri Kutawaru (MAMAKU) menyasar penguatan UMKM dan pengelolaan sampah.

Kilang Balikpapan punya KALIANDRA (Kampung Baru Ilir Mandiri, Sehat & Sejahtera) yang fokus pada mitigasi dan edukasi kebencanaan.

Sedangkan di timur Indonesia, Kilang Kasim menjalankan program Mama Bagarak, yang mengolah minyak kelapa untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Menurut Milla, semua program ini bukan cuma selaras dengan ESG, tapi juga menjawab langsung target SDGs, terutama poin 1 (tanpa kemiskinan), poin 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), poin 14 (ekosistem laut), dan poin 15 (ekosistem darat).

Baca juga : Pertamina Foundation Lestarikan Lingkungan Lewat Program Hutan Lestari

Program TJSL yang dilakukan KPI tak akan bisa terwujud tanpa dukungan dari para pekerja dan stakeholder. Kami akan terus melakukan program ini, sebagai bentuk komitmen dan keberpihakan pada kesejahteraan masyarakat dan lingkungan hidup yang baik untuk generasi mendatang,” pungkas Milla.

Sebagai anak perusahaan Pertamina yang bergerak di bidang pengolahan minyak dan petrokimia, KPI telah menjadi bagian dari United Nations Global Compact (UNGC) dan menjalankan Sepuluh Prinsip Universal dalam operasionalnya.

Perusahaan ini menargetkan menjadi kilang kelas dunia yang ramah lingkungan dan peduli pada kesejahteraan sosial.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.