BREAKING NEWS
 

5 Bulan Kantongi Pendanaan Rp 277 T, Danantara Bayi Ajaib

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Kamis, 24 Juli 2025 08:05 WIB
Menteri BUMN yang juga anggota Dewan Pengawas Daya Anagata Nusantara (Danantara) Erick Thohir (kiri), Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Perkasa Roeslani (tengah), dan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/7/2025). (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)

 Sebelumnya 
“Tujuan besar Danantara adalah mengonsolidasikan seluruh aset BUMN dan negara, guna meningkatkan value creation dan optimalisasi aset dengan good corporate governance,” terangnya.

Di kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa progres Danantara tergolong impresif, meski awal pembentukannya sempat diwarnai pemberitaan negatif. “Tapi hari ini, alhamdulillah, isu-isu itu sudah terjawab, dengan apa? Keterbukaan,” kata Erick.

Erick yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas Danantara meminta publik bersabar menunggu hasil kerja nyata lembaga tersebut. Ia membandingkan dengan pembentukan Indonesia Investment Authority (INA), yang memerlukan waktu 18 bulan untuk transisi dan pembentukan kelembagaan.

Baca juga : Diumumkan KPK, Harta Presiden Rp 2 Triliun

Menurut Erick, cakupan kerja Danantara jauh lebih luas, sehingga butuh waktu untuk merealisasikan visi-misinya. “Ibarat makhluk hidup, Danantara juga perlu waktu untuk tumbuh,” ujarnya.

“Danantara ini jauh lebih besar dari INA. Kalau bisa dalam enam bulan sudah berlari, ini luar biasa. Ini bayi ajaib,” tambah Erick.

Erick berharap, Komisi VI DPR dan pemerintah terus menjaga serta mendukung Danantara agar bisa mewujudkan visi besar Presiden Prabowo Subianto. Dengan jajaran profesional dan tata kelola yang baik, Erick optimistis Danantara dapat menjalankan program kerjanya sesuai rencana. “Mudah-mudahan enam bulan ke depan kita bisa melihat hasilnya,” pungkasnya.

Merger BUMN

Baca juga : Menko Polkam: Pemerintah All Out Padamkan Karhutla, Pelaku Akan Ditindak Tegas

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengungkapkan, sejumlah rencana kerja lima bulan ke depan. Salah satunya adalah melanjutkan proses merger BUMN karya pada semester II tahun ini. Dony menyatakan, proses merger masih dalam kajian, meski rencana efisiensi tersebut sudah diketahui publik.

“Karena ini sudah jadi isu publik. Seperti yang tadi kami sampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama para profesional, salah satu langkahnya adalah pengurangan dan konsolidasi. Saat ini masih kami hitung,” ujarnya.

Dony memperkirakan, ke depan hanya akan ada tiga perusahaan BUMN karya yang akan bertahan, dan fokus bisnisnya akan diarahkan khusus pada sektor kontraktor. “Anak-anak perusahaan yang selama ini menjadi sumber permasalahan—karena tidak bergerak di bidang kontraktor—akan kami kelompokkan ulang,” tegasnya.

Baca juga : Dave Laksono: Penyidik TNI Buat Militer, Bukan Pidana Umum

Selain sektor konstruksi, agenda konsolidasi juga akan dilakukan oleh anak usaha Danantara melalui PT Danantara Aset Manajemen. Sektor-sektor strategis lainnya seperti pupuk, rumah sakit, hotel, gula, hilirisasi minyak, asuransi, manajemen aset, dan kawasan industri juga menjadi target konsolidasi. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense