Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Bahlil Lahadalia memberikan wejangan kepada seluruh skuadnya untuk serius, santai, dinamis, juga bisa menukik.
“Karena kalau tidak menukik, diambil sama yang lain,” kata Bahlil saat membuka acara Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar di Hotel Sultan Jakarta, Rabu (23/7/2025) malam.
Bahlil menegaskan, manuver-manuver politik untuk kesejahteraan rakyat dibutuhkan untuk menyampaikan pesan baik program partai Golkar. Karena itu, Bahlil mengajak skuadnya untuk serius, santai, dinamis, juga bisa menukik dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
Baca juga : Terpilih Secara Aklamasi, Ahmed Zaki Kembali Pimpin Golkar Jakarta
Bahlil menjelaskan, acara Musda merupakan forum tertinggi di tingkat daerah. Menurutnya, acara yang akan memilih Ketua DPD Partai Golkar ini menjadi ajang konsolidasi partai untuk membangun warga Jakarta bersama-sama Pemerintah.
"Ada tiga poin penting di konsolidasi partai tingkat Musda," katanya.
Pertama, mengevaluasi program kerja kepemimpinan daerah untuk masa bakti 2020-2025, Kedua, menyusun program kerja, dan terakhir memilih ketua baru. Ketuga, menjadikan forum ini sebagai konsultasi total dan struktural.
Baca juga : Dua Kali Dipanggil Kejagung, Mantan Stafsus Nadiem Mangkir
Bahlil mengungkapkan, kondisi perpolitikan saat ini berbeda dengan 2014 ke belakang. Kalau dulu, kata dia, hanya mengandalkan politik berbasis massa yang menjadi dasar kekuatan Golkar, namun saat ini digitalisasi juga menjadi arena penting dalam perjuangan politik.
“Kalau memakai teori marketing.Itu sebelum kita menawarkan produk kepada konsumen, kita harus tahu dulu maunya konsumen ini apa. Usianya bagaimana. Nah, itu yang harus lebih dikuasai Partai Golkar,” katanya.
Pada Pemilu 2029 nanti, kata Bahlil, calon pemilih dengan usia 17-50 tahun sekitar rata-rata 72 persen. Kelompok ini, kata dia, masuk sebagai golongan usia penentu kemenangan pesta demokrasi.
Baca juga : OJK Bakal Wajibkan Borrower Beri Agunan
"Jadi, penting bagi Golkar untuk meraih simpati anak-anak muda," tuturnya.
Bahlil juga memberikan tugas khusus kepada kader Golkar di Jakarta untuk lebih aktif lagi membaca peta politik, dan kehendak masyarakat. Terlebih lagi, kata dia, Jakarta diisi oleh banyak orang pintar, kaya, pejabat, hingga mantan pejabat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya