Dark/Light Mode

Pemilu 2029 Didominasi Pemilih Berusia 17-50 Tahun

Kamis, 24 Juli 2025 07:30 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyampaikan sambutan dalam acara Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar DKI Jakarta di Hotel Sultan, Jakarta, (Rabu (23/7/2025). (Foto: NG Putu Wahyu Rama/RM)
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyampaikan sambutan dalam acara Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar DKI Jakarta di Hotel Sultan, Jakarta, (Rabu (23/7/2025). (Foto: NG Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Bahlil Lahadalia memberikan wejangan kepada seluruh skuadnya untuk serius, santai, dinamis, juga bisa menukik.

“Karena kalau tidak menukik, diambil sama yang lain,” kata Bahlil saat membuka acara Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar di Hotel Sultan Jakarta, Rabu (23/7/2025) malam.

Bahlil menegaskan, manuver-manuver politik untuk kesejahteraan rakyat dibutuhkan untuk menyampaikan pesan baik pro­gram partai Golkar. Karena itu, Bahlil mengajak skuadnya untuk serius, santai, dinamis, juga bisa menukik dalam memperjuang­kan kesejahteraan rakyat.

Baca juga : Terpilih Secara Aklamasi, Ahmed Zaki Kembali Pimpin Golkar Jakarta

Bahlil menjelaskan, acara Musda merupakan forum tertinggi di tingkat daerah. Menurutnya, acara yang akan memilih Ketua DPD Partai Golkar ini menjadi ajang konsolidasi partai untuk membangun warga Jakarta bersama-sama Pemerintah.

"Ada tiga poin penting di kon­solidasi partai tingkat Musda," katanya.

Pertama, mengevaluasi pro­gram kerja kepemimpinan dae­rah untuk masa bakti 2020-2025, Kedua, menyusun program kerja, dan terakhir memilih ketua baru. Ketuga, menjadikan forum ini sebagai konsultasi total dan struktural.

Baca juga : Dua Kali Dipanggil Kejagung, Mantan Stafsus Nadiem Mangkir

Bahlil mengungkapkan, kondisi perpolitikan saat ini berbeda dengan 2014 ke belakang. Kalau dulu, kata dia, hanya mengandal­kan politik berbasis massa yang menjadi dasar kekuatan Golkar, namun saat ini digitalisasi juga menjadi arena penting dalam perjuangan politik.

“Kalau memakai teori marketing.Itu sebelum kita menawarkan produk kepada konsumen, kita harus tahu dulu maunya kon­sumen ini apa. Usianya bagaima­na. Nah, itu yang harus lebih dikuasai Partai Golkar,” katanya.

Pada Pemilu 2029 nanti, kata Bahlil, calon pemilih dengan usia 17-50 tahun sekitar rata-rata 72 persen. Kelompok ini, kata dia, masuk sebagai golongan usia penentu kemenangan pesta demokrasi.

Baca juga : OJK Bakal Wajibkan Borrower Beri Agunan

"Jadi, penting bagi Golkar untuk meraih simpati anak-anak muda," tuturnya.

Bahlil juga memberikan tugas khusus kepada kader Golkar di Jakarta untuk lebih aktif lagi membaca peta politik, dan kehendak masyarakat. Terlebih lagi, kata dia, Jakarta diisi oleh banyak orang pintar, kaya, peja­bat, hingga mantan pejabat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.