RM.id Rakyat Merdeka - Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) mengambil langkah strategis dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional dengan menggandeng Pondok Pesantren (Ponpes) dan petani. Kali ini Universitas yang digagas oleh Presiden Prabowo ini menggaet Ponpes Alif Laam Miim Daal Ro serta Kelompok Tani Hutan (KTH) di wilayah Surian, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, minggu lalu. Acara tersebut pertemuan antara Unhan, pihak pesantren, dan KTH di Pendopo Pesantren yang kerap disebut sebagai Pesantren Hutan Cimuncang.
Kolaborasi ini menjadi tonggak penting karena menandai langkah langsung Unhan, khususnya dari Fakultas MIPA, turun ke lapangan mendampingi masyarakat dalam sektor pangan. Kerja sama ini juga mencakup langkah nyata pendampingan untuk lebih dari 300 hektare lahan dan melibatkan ratusan petani dari berbagai Kelompok Tani Hutan.
Baca juga : Semua Kelurahan Kompak Dukung Kopdes Merah Putih
“Kami melihat bahwa ketahanan pangan adalah fondasi dari ketahanan negara. Apa yang dilakukan masyarakat di pinggiran hutan bukan sekadar pertanian, tetapi bagian dari sistem pertahanan non-militer,” ujar Kaprodi Kimia Militer Unhan Kolonel Laut (KH) Dr. Rudy Hartono, SH., MH.
Selain diskusi dan peninjauan ke lahan kebun pisang, para tamu juga menyaksikan secara langsung program eksperimen pangan lokal yang dikembangkan oleh pesantren. “Tentu kami akan bantu dan dukung inovasi pangan ini melalui mahasiswa dan tim ahli kami, terutama dalam pemanfaatan fasilitas laboratorium Unhan. Ini sangat penting untuk menunjang ketahanan pangan nasional,” imbuh Kolonel Tek. Dr. Gunaryo, Kaprodi FMIPA Militer Unhan. Hal ini sekaligus juga sebagai salah satu bentuk dukungan kepada program Program Ketahanan Pangan Asta Cita Presiden Prabowo.
Baca juga : Dukung Swasembada Pangan, Waskita Segera Rampungkan Modernisasi Irigasi Rentang
Sementara Pimpinan Pondok Pesantren Alif Laam Miim Daal Ro Kiai Sutrisno Lamin menyambut antusias kolaborasi ini. “Kehadiran Unhan adalah momentum langka yang harus berlanjut. Banyak inovasi dan kebutuhan teknologi masyarakat yang harus didukung. Tanpa itu, kami bisa kembali ke titik nol. Jika program ini berhasil, bukan hanya pangan rakyat yang terbantu, tapi arah pertahanan bangsa akan semakin kokohkarena berpijak di tanahnya sendiri,” jelas Kiai Lamin.
Lebih dari sekadar kerja sama teknis, kata dia, inisiatif ini memperlihatkan pola baru kemitraan: lembaga pendidikan militer elit duduk setara dengan komunitas pesantren dan masyarakat petani marjinal pinggir hutan. Sebuah lambang kontras Persatuan dan Kesatuan dalam Bela NKRI. “Hari ini kami sangat bangga dan bahagia. Ini bukti bahwa negara hadir secara nyata, menyapa dan membimbing kami masyarakat pinggir hutan,” celetuk salah satu Ketua Paguyuban Petani.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.