BREAKING NEWS
 

Menteri Maman Ajak Apindo Kolaborasi Percepatan Perizinan Hingga Akses Pasar UMKM

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Selasa, 5 Agustus 2025 18:52 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman (ketujuh kiri) saat Rakerkornas ke-34 Apindo 2025, di Bandung, Jawa Barat (Jabar), Selasa (5/8/2025). (Foto: Dok. Kementerian UMKM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyebut, setidaknya terdapat tiga fokus utama Pemerintah bersama Kementerian UMKM dipimpinnya, yakni percepatan perizinan dan sertifikasi, akses pembiayaan dan perluasan akses pasar, termasuk ekspor.

Untuk itu, Maman menegaskan perlunya kolaborasi strategis Pemerintah dengan dunia usaha, khususnya Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menjadi kunci kebangkitan UMKM di Indonesia.

“Kolaborasi ini sangat potensial untuk mendorong UMKM naik kelas dan berdaya saing tinggi,” katanya dalam Rakerkornas ke-34 Apindo 2025, di Bandung, Jawa Barat (Jabar), Selasa (5/8/2025).

Maman mengatakan, harus adanya kolaborasi nyata dari para pengusaha yang telah melewati banyak pengalaman termasuk jatuh bangun dalam dunia usaha, pengalaman ini diperlukan agar kita bersama bisa membesarkan UMKM Indonesia.

Baca juga : Wamen Fajar: MBG Dan Cek Kesehatan Gratis Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

Terkait sertifikasi seperti halal dan izin BPOM, Maman menyebut pihaknya sedang mendorong percepatan proses agar UMKM dapat segera memiliki legalitas yang meningkatkan daya saing mereka, baik di pasar domestik maupun global.

Di sisi pembiayaan, selain dukungan dari skema formal pemerintah, Maman juga membuka ruang partisipasi Apindo untuk menjadi mitra bisnis langsung bagi UMKM, termasuk sebagai angel investor.

“Kehadiran Apindo bisa menjembatani kemitraan bisnis ke bisnis dengan UMKM,” ucapnya.

Adsense

Maman juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai peluang besar bagi pengusaha UMKM untuk masuk ke dalam rantai pasok program tersebut.

Baca juga : Pertumbuhan Kuartal II 5,12 Persen, Ekonom: Lebih Tinggi Dari Ekspektasi Pasar

Program ini disebut potensial untuk mendorong keterlibatan UMKM di berbagai daerah sebagai penyedia bahan pangan berkualitas. Selain itu, pentingnya menbuka akses pasar ekspor bagi UMKM, tanpa mengesampingkan aspek kualitas dan keberlanjutan pasokan.

“Tidak hanya bicara ekspor. Kita juga bicara tentang kontrol kualitas dan sustainabilitas pasokan. UMKM harus naik kelas, tapi tetap menjaga mutu dan keberlanjutan,” ujarnya.

Maman berharap, kemitraan strategis dengan Apindo dapat terus ditingkatkan, agar UMKM Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi kekuatan ekonomi nasional yang tangguh dan mandiri.

Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani menegaskan, perlunya ada kolaborasi semua pihak, termasuk asosiasi pengusaha dan UMKM dalam membantu menyelesaikan tantangan dan permasalahan yang ada.

Baca juga : Dekarbonisasi Pertamina Capai Sekitar 68 Persen Hingga Semester I-2025

”Kami hadir untuk menjembatani dan membantu menyusun peta jalan serta memberi masukan teknis dan membangun sinergi lintas sektor untuk membantu mengatasi berbagai masalah,” tuturnya.

Melalui Apindo UMKM Merdeka, bertujuan untuk memberdayakan para pengusaha UMKM dan mahasiswa. Program tersebut hadir di 17 provinsi dan melibatkan lebih dari 1.000 mahasiswa dan perguruan tinggi.

“Kami berharap hal ini bisa mendorong peran UMKM dalam dunia usaha dalam diplomasi ekonomi global, memperluas partisipasi ekspor, dan mendorong integrasi UMKM ke dalam rantai pasok nasional melalui kolaborasi,” pungkas Shinta.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense