Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pertumbuhan Kuartal II 5,12 Persen, Ekonom: Lebih Tinggi Dari Ekspektasi Pasar
Selasa, 5 Agustus 2025 13:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 melaju lebih kencang dari perkiraan. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 menunjukkan akselerasi signifikan. Melampaui ekspektasi pasar. "Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat tumbuh 5,12 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), jauh di atas konsensus yang memperkirakan di bawah 5 persen," kata Josua Pardede, dalam keterangan tertulis kepada RM.ID, Selasa (5/8/2025).
Josua menjelaskan, capaian ini juga lebih baik dibandingkan pertumbuhan 4,87 persen pada kuartal I-2025. Namun secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi semester I-2025 masih sedikit tertahan di angka 4,99 persen yoy, tepat di bawah ambang psikologis 5 persen.
Dari sisi pengeluaran, lonjakan pertumbuhan terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. Konsumsi rumah tangga tumbuh stabil di 4,97 persen yoy. Ditopang oleh peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Idulfitri dan libur nasional. Sementara itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi melonjak dari 2,12 persen menjadi 6,99 persen yoy. Didorong oleh peningkatan belanja modal pemerintah dan naiknya impor barang modal.
Baca juga : Gerindra: Lakukan Diplomasi Ekonomi Tingkat Tinggi, Presiden Prabowo Visioner
"Secara keseluruhan, kontribusi konsumsi rumah tangga dan PMTB mencapai 4,70 poin persentase terhadap PDB, jauh lebih besar dibandingkan 3,29 poin pada kuartal sebelumnya," jelas Josua. Di sisi lain, kontribusi ekspor neto menyusut dari 0,71 menjadi hanya 0,22 poin, seiring meningkatnya ketegangan perdagangan global.
Secara sektoral, pertumbuhan paling kuat tercatat di sektor manufaktur dan konstruksi. Manufaktur tumbuh 5,68 persen yoy, sementara konstruksi mencatat lonjakan pertumbuhan menjadi 4,98 persen yoy. "Keduanya menjadi motor pemulihan ekonomi di tengah ketidakpastian eksternal," tambah Josua.
Meski pertumbuhan terlihat menjanjikan, Josua mengingatkan bahwa tantangan global masih membayangi, terutama akibat potensi eskalasi perang dagang antara AS dan China. Ia mencatat, pemangkasan tarif resiprokal AS terhadap barang Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen bisa sedikit meredam tekanan.
Baca juga : Semoga Ekonomi Lebih Kuat Dan Kredit Tumbuh
"Namun secara umum, ketegangan dagang tetap membawa risiko negatif bagi ekonomi nasional," ujarnya.
Ia juga melihat peluang pemulihan investasi swasta terbuka, didorong oleh kebijakan tarif impor 0 persen untuk barang modal dari AS. Akses lebih mudah terhadap barang modal diharapkan mendorong ekspansi sektor manufaktur dan konstruksi.
Secara keseluruhan, Josua memperkirakan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 akan tumbuh di kisaran 4,7–5,1 persen, sedikit di bawah realisasi tahun lalu yang mencapai 5,03 persen.
Baca juga : Wapres Gibran Jemput Presiden Prabowo Pulang Dari Tur Diplomasi Maraton
"Untuk menjaga momentum pertumbuhan di atas 5 persen, stimulus fiskal dan moneter perlu dipertahankan. Bahkan, ada ruang bagi Bank Indonesia untuk memangkas suku bunga acuan hingga 50 basis poin, jika arah kebijakan The Fed mulai longgar," tutupnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 mencapai 5,12 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini menunjukkan stabilitas pemulihan ekonomi nasional yang masih terjaga di tengah dinamika global.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menyampaikan bahwa produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada periode April–Juni 2025 mencapai Rp 5.947 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan sebesar Rp 3.396,3 triliun.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya