BREAKING NEWS
 

Indonesia Makin Dilirik Investor Jepang

Rosan: Investasi Butuh Kepastian, Bukan Kejutan

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Jumat, 8 Agustus 2025 07:00 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani (kedua kanan) berbincang dengan President of the Indonesia-Japan Friendship Association (PPIJ) Rachmat Gobel (kedua kiri), Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Chatib Basri (kiri) dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi, berbincang di sela-sela Indonesia-Japan Executive Dialogue 2025 di Jakarta, Rabu (6/8/2025). (Foto: Patra Rizki Syahputra/RM)

 Sebelumnya 
Senada dengan Rosan, Rachmat Gobel mengungkapkan, laporan terbaru Japan Bank for International Cooperation (JBIC) menunjukkan lonjakan peringkat Indonesia sebagai tujuan investasi Jepang.

“Pada laporan Mei 2024, Indonesia masih menempati posisi kelima sebagai tujuan in­vestasi Jepang. Tapi per Januari 2025, Indonesia telah meningkat menjadi negara tujuan investasi nomor dua bagi Jepang secara global,” kata Gobel.

Peningkatan ini, menurut dia, tidak lepas dari keberadaan peru­sahaan Jepang di Indonesia yang telah membangun piramida indus­tri, terutama di sektor otomotif.

Baca juga : Warga Ciliwung Ngarep Dapatkan Ganti Untung

“Dampaknya, nilai tambah bagi industri di Indonesia men­jadi sangat besar,” ucap Gobel.

Meski demikian, mantan Menteri Perdagangan ini mengingatkan pentingnya kejelasan arah kebijakan investasi Pemerintah Indonesia.

“Hal ini sangat penting agar para investor dapat merancang strategi ekspansi dan pengembangan bis­nisnya di Tanah Air,” ingat politisi Partai NasDem itu.

Baca juga : Acha Septriasa, Cerai, Asuh Anak Bareng Eks Suami

Dubes Masaki Yasushi me­nambahkan, hubungan ekonomi kedua negara terus berkembang positif. Jepang memandang Indo­nesia sebagai mitra strategis dengan potensi besar, tidak hanya di sektor industri dan perdagangan, tapi juga di bidang pendidikan dan mobilitas tenaga kerja.

“Kerja sama Indonesia dan Jepang terus menunjukkan perkembangan signifikan,” kata Dubes Masaki.

Dia mencontohkan, mening­katnya jumlah tenaga kerja In­donesia yang bekerja di Jepang melalui skema Japan-Indonesia Designated Skilled Worker (JDIK), yang kini sudah meli­batkan lebih dari 50.000 orang dan terus tumbuh pesat.

Baca juga : Ditegaskan Menteri Imipas, MRC Masih di Negeri Jiran

“Ini menjadi langkah penting menciptakan lebih banyak peluang bisnis bagi perusahaan Jepang. Dan kontribusi kepada pertumbuhan ekonomi di Indo­nesia,” ujarnya.

Dubes Masaki mencatat, da­lam satu dekade terakhir, jumlah perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia naik sekitar 1,8 kali lipat. Tren ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat strategis dalam rantai pasok ka­wasan Asia Tenggara, sekaligus mitra utama Jepang menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelan­jutan. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense