Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pesan Presiden Di Sidang Kabinet Paripurna
Idealisme Perlu, Tapi Sikap Realistis Selamatkan Bangsa
Kamis, 7 Agustus 2025 08:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menggelar Sidang Kabinet Paripurna ke-8, Rabu (6/8/2025), siang. Selain mengevaluasi kinerja pemerintahan yang sudah berjalan 10 bulan, Presiden juga beri pesan penting kepada para menterinya. Kata Presiden: idealisme perlu, tapi harus realistis untuk selamatkan bangsa.
“Teori dan angan-angan nggak cukup. Kita harus lihat kenyataan dan ambil langkah nyata,” ujar Presiden membuka arahannya di hadapan para menteri Kabinet Merah Putih.
Sidang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, dimulai pukul 14.15 WIB. Para menteri telah tiba satu jam sebelumnya. Mereka kompak mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana hitam.
Baca juga : MBG Buka Peluang Kerja Dan Rezeki Untuk Lansia
Jajaran kabinet yang telah tiba di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, dan Menko Pangan Zulkifli Hasan.
Kemudian diikuti Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, dan Menteri Desa Yandri Susanto. Selain itu, hadir juga wakil menteri dan kepala lembaga. Antara lain Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Thomas Djiwandono, Kepala Presidential Communication Office Hasan Nasbi, Kepala BPJPH Haikal Hassan, dan Kepala Kantor Staf Presiden AM Putranto.
Dalam sidang kabinet ini, formasi kursi dibuat berbentuk persegi empat. Prabowo didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, duduk di sisi yang ada lambang Burung Garuda dan 10 Bendera Merah Putih.
Baca juga : Tumbuh 5,12 Persen, Ekonomi RI Tancap Gas
Sidang paripurna ini sudah dilengkapi fasilitas digital. Di atas meja di depan masing-masing menteri ada layar monitor kecil yang menampilkan materi yang dibahas.
“Saudara-saudara, saya kumpulkan saudara-saudara melaksanakan Sidang Kabinet Paripurna yang ke-8 dalam pemerintahan kita,” kata Prabowo, mengawali arahannya.
Setelah itu, Prabowo langsung to the point tentang pentingnya pendekatan realistis dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan nasional, di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Kata Prabowo, strategi transformasi bangsa yang selama ini digagas tidak lahir dari ruang kosong.
“Strategi transformasi bangsa yang kita pegang adalah strategi yang berdasarkan realisme, yang berdasarkan kondisi nyata bangsa dan regional dan global,” tegas Presiden.
Menteri Pertahanan periode 2019-2024 ini lantas menyoroti pentingnya keseimbangan antara idealisme dan realisme. Menurutnya, teori dan gagasan besar tak akan cukup untuk menyelamatkan bangsa apabila tidak disertai langkah-langkah nyata dan rasional.
“Idealisme benar, idealisme itu perlu, tapi yang utama yang bisa menyelamatkan kita adalah realisme. Kita harus dengan realistis melihat situasi dan kita ambil langkah-langkah,” tegas purnawirawan jenderal TNI itu.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya