BREAKING NEWS
 

Pertamina Patra Niaga Genjot BBM Hijau, Target 150 SPBU di Jawa

Reporter & Editor :
FAZRY
Minggu, 10 Agustus 2025 21:20 WIB
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari (kedua dari kiri) dalam diskusi di acara Energy & Mining Editor Society (E2S) Retret 2025 bertema “Collaboration to Advance The ESDM Sector”, Sabtu di Bogor (9/8/2025).

RM.id  Rakyat Merdeka - Hujan deras di kawasan Kinasih Resort, Bogor, Sabtu (9/8), tak menghalangi semangat Pertamina Patra Niaga untuk memamerkan jurus barunya di dunia energi bersih.

Di hadapan jurnalis energi yang berkumpul dalam acara Energy & Mining Editor Society (E2S) Retret 2025 bertema “Collaboration to Advance The ESDM Sector”, mereka bercerita tentang Pertamax Green 95—Bahan Bakar Minyak (BBM) ramah lingkungan dengan campuran 5 persen bioetanol—yang kini makin mudah ditemui di SPBU.

Sejak meluncur pada Juli 2023, outlet penjual Pertamax Green 95 terus bertambah. “Untuk lingkungan yang lebih sehat, kami terus mengupayakan penyebaran outlet 143 SPBU di seluruh Jawa dan terus mendorong 150 SPBU sampai akhir tahun untuk Pertamax Green,” kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Dorong Kolaborasi SAF di Sektor Aviasi

Hingga Juli ini, sudah ada 143 SPBU yang menyalurkan Pertamax Green 95, dengan total penjualan mencapai 4.700 kiloliter. Heppy menjelaskan, untuk sementara distribusi masih fokus di Jawa. Alasannya sederhana: pasokan bioetanol lebih mudah didapat dari pabrik pengolahan di Mojokerto.

“Kami fokus di wilayah Jawa. Kalau di luar Jawa akan bisa kita kembangkan,” ujarnya.

Adsense

Bukan cuma darat yang jadi sasaran. Pertamina Patra Niaga juga menggeber pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) untuk sektor penerbangan, berbahan baku minyak goreng bekas/Used Cooking Oil (UCO).

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Bangun Shelter untuk Anak dan Perempuan di Makassar

“Ke depan, Pertamina mendorong terbentuknya ekosistem nasional untuk pengumpulan UCO sebagai bahan baku SAF. Dengan langkah tersebut, Indonesia diharapkan mampu menjadi pusat produksi SAF untuk kawasan ASEAN,” kata Heppy.

Tak berhenti di BBM ramah lingkungan, Pertamina Patra Niaga juga memperkenalkan konsep Green Energy Station (GES). Bukan SPBU biasa, GES ini jadi one stop integrated energy solution yang ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang bisnis non fuel retail.

Di dalamnya ada atap PLTS untuk pemanfaatan energi mandiri, layanan ekosistem kendaraan listrik lewat SPKLU dan SPBKLU, digitalisasi layanan lewat MyPertamina, hingga penyediaan bahan bakar high tier seperti Pertamax low sulfur.

Baca juga : Dirut Pertamina Patra Niaga Cek Terminal LPG Makassar, Pastikan Pasokan Aman

Tak ketinggalan, GES dilengkapi fasilitas non fuel retail seperti Bright Store, kafe, dan auto care. “Saat ini sudah ada 442 GES, 14 SPKLU dan ada 43 SPBKLU,” tutur Heppy.

Dengan inovasi ini, Pertamina Patra Niaga ingin membuktikan bahwa masa depan energi Indonesia tak melulu soal fosil, tapi juga soal kreativitas menghadirkan bahan bakar yang bersih, terjangkau, dan siap menyambut era transisi energi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense