Dark/Light Mode

Pertamina Patra Niaga Dorong Kolaborasi SAF di Sektor Aviasi

Rabu, 6 Agustus 2025 18:51 WIB
Pertamina Patra Niaga Dorong Kolaborasi SAF di Sektor Aviasi

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya transisi energi di sektor penerbangan kembali menjadi sorotan dalam gelaran Indonesia Aero Summit (IAS) 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa (6/8/2025). Dalam forum itu, Pertamina Patra Niaga menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak untuk mempercepat pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Indonesia.

SAF merupakan bahan bakar ramah lingkungan yang dapat digunakan langsung di sistem distribusi dan mesin pesawat yang saat ini beroperasi.

Karena merupakan drop-in fuel, SAF tidak memerlukan perubahan infrastruktur distribusi maupun sistem di bandara dan maskapai. Potensi ini dinilai strategis untuk mendukung target dekarbonisasi sektor aviasi nasional.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga Harsono Budi Santoso menyampaikan bahwa pihaknya telah mengembangkan teknologi co-processing di kilang untuk memproduksi SAF, serta sedang mengembangkan katalis khusus berbasis Used Cooking Oil (UCO) sebagai bahan baku alternatif.

Baca juga : Eddy Soeparno Dan Pandawara: Saatnya Kolaborasi Atasi Krisis Sampah

“Namun, tantangannya tidak sederhana. Kualitas dan spesifikasi UCO yang masuk ke kilang sangat bervariasi, berbeda dengan pengalaman kami dalam mengolah minyak mentah konvensional,” ujar Harsono dalam sesi panel bertajuk “Sustainable Aviation Development – Opportunities and Challenges.”

Ia juga menambahkan, dari sisi hilir, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan infrastruktur distribusi di sejumlah bandara utama, seperti Halim, Soekarno-Hatta, dan Ngurah Rai.

Namun, dukungan kebijakan tetap dibutuhkan untuk menjamin keberlanjutan rantai pasok dan efisiensi biaya produksi.

“Regulasi yang konsisten, insentif ekonomi, serta pengaturan harga feedstock sangat penting, agar pelaku industri memiliki kepastian dalam membangun kilang baru khusus SAF,” kata Harsono.

Baca juga : Kementan Dorong Pertanian Modern Lewat Inovasi Mekanisasi

Menurut dia, keberhasilan adopsi SAF tidak hanya ditentukan oleh sisi produksi, tetapi juga kemampuan membangun ekosistem yang solid dari penyedia bahan baku hingga maskapai penerbangan.

“Di sinilah peran regulasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting, agar solusi ini dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.

Keterlibatan Pertamina Patra Niaga dalam forum IAS 2025 disebut menjadi bagian dari komitmen mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Dengan pengembangan teknologi kilang, infrastruktur distribusi, uji coba bersama maskapai nasional dan internasional, serta sertifikasi ISCC CORSIA yang telah diperoleh, perusahaan optimistis SAF akan menjadi bagian penting dari energi masa depan Indonesia.

Baca juga : Kilang Pertamina Tancap Gas Dukung Energi Ramah Lingkungan

IAS 2025 mengusung tema Co-Creating Indonesia’s Aviation Golden Era, dan menjadi ajang kolaboratif antara pelaku industri penerbangan domestik dan internasional, regulator, serta penyedia energi dalam membahas masa depan sektor aviasi yang rendah emisi dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.