Dark/Light Mode

Pertamina Patra Niaga Bangun Shelter untuk Anak dan Perempuan di Makassar

Selasa, 5 Agustus 2025 10:58 WIB
Bersama anak-anak SAPD, tumbuh harapan dan keberanian untuk masa depan yang lebih baik. (Dok. Pertamina Patra Niaga)
Bersama anak-anak SAPD, tumbuh harapan dan keberanian untuk masa depan yang lebih baik. (Dok. Pertamina Patra Niaga)

RM.id  Rakyat Merdeka - Shelter Puanmakari di Kota Makassar menjadi bukti nyata komitmen sosial PT Pertamina Patra Niaga melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR).

Shelter ini dirancang sebagai ruang aman dan pusat pemberdayaan bagi anak-anak dan perempuan korban kekerasan, serta menjadi model nasional dalam pemulihan berbasis komunitas.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, mengunjungi shelter tersebut dan disambut antusias oleh anak-anak Sekolah Anak Percaya Diri (SAPD), salah satu program unggulan yang dijalankan di Puanmakari.

Shelter ini juga tercatat berhasil meraih penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) selama dua tahun berturut-turut, yakni pada 2023 dan 2024.

“Pertamina Patra Niaga berkomitmen tidak hanya menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga aktif membangun kesejahteraan sosial melalui penerapan prinsip ESG di setiap lini operasional. Penghargaan PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup menjadi bukti kontribusi kami dalam membangun dari desa, mendorong pemerataan ekonomi, dan memberdayakan masyarakat demi masa depan yang lebih baik,” ujar Mars Ega Legowo dalam keterangan tertulis perusahaan, Selasa (5/8/2025).

Baca juga : Pertamina EP Subang Gercep Tangani Ledakan Sumur, Situasi Aman Terkendali

Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau berbagai layanan di Shelter Puanmakari, termasuk pendampingan psikologis tatap muka, layanan komunitas, serta platform psikologi daring yang kini telah diakses luas oleh masyarakat.

Program SAPD yang dijalankan di shelter ini telah mencatatkan 160 anak sebagai partisipan, dengan 57 anak di antaranya masih aktif mengikuti kegiatan pembelajaran.

Didukung oleh dua psikolog, satu konselor, dan satu guru pendamping, SAPD bertujuan memulihkan serta memperkuat mental anak-anak penyintas kekerasan.

Salah satu alumni program, Risma Yanti, kini tengah menempuh pendidikan di Universitas Hasanuddin, jurusan Kesehatan Masyarakat. Ia mengaku SAPD telah memberi perubahan besar dalam hidupnya.

“Dulu saya pemalu dan jarang keluar rumah. Setelah ikut SAPD, saya jadi percaya diri dan punya banyak teman. Harapan saya adik-adik bisa terus belajar dan percaya diri agar bisa meraih masa depan yang lebih baik,” tutur Risma.

Baca juga : Dirut Pertamina Patra Niaga Cek Terminal LPG Makassar, Pastikan Pasokan Aman

Dampak serupa juga dirasakan oleh orang tua murid. Wahida Rahman, salah satu wali peserta SAPD, menyebut anaknya kini lebih percaya diri dan santun.

“Anak saya dulu pendiam dan tertutup. Sekarang dia lebih kreatif dan sopan kepada orang tua. Semoga program ini terus berlanjut dengan pembelajaran yang semakin berkualitas,” ujarnya.

Selain anak-anak, Shelter Puanmakari juga telah memberdayakan 221 perempuan, sebagian besar merupakan penyintas kekerasan.

Mereka tidak hanya mendapatkan layanan pemulihan, tetapi juga pelatihan dan edukasi untuk kembali berdaya secara sosial maupun ekonomi.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fanda Chrismianto, menegaskan bahwa pencapaian Puanmakari bukan sekadar data, tetapi wujud nyata dari keberpihakan perusahaan terhadap isu-isu kemanusiaan.

Baca juga : Pemerintah Bangun Sekolah Rakyat Kedua di Bali, untuk 3 Jenjang Sekaligus

“Puanmakari adalah bukti bahwa keberhasilan bisnis bisa berjalan berdampingan dengan keberpihakan pada kemanusiaan. Kami akan terus mendukung lahirnya inovasi sosial lain yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, karena inilah esensi keberlanjutan yang sesungguhnya,” kata Fanda.

Atas kontribusinya, Shelter Puanmakari telah meraih sejumlah penghargaan nasional dan regional.

Di antaranya Padmamitra Award dari Kementerian Sosial RI (2020), penghargaan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Selatan (2024), serta pengakuan dari Pemerintah Kota Makassar sebagai perusahaan pertama yang melakukan pendampingan anak korban kekerasan dalam rumah tangga melalui SAPD.

Secara keseluruhan, program ini telah menjangkau lebih dari 400 penerima manfaat dan menjadi rujukan nasional dalam upaya pemulihan korban kekerasan berbasis komunitas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.