BREAKING NEWS
 

Kerek Ekonomi 8 Persen, Indonesia Butuh Investasi 11 Ribu T

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Rabu, 13 Agustus 2025 08:05 WIB
Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah (tengah), Policy and Program Director Prasasti Piter Abdullah (kiri) dan Research Director Prasasti, Gundy Cahyadi saat menghadiri Peluncuran Laporan Riset Ekonomi Digital oleh Prasasti di Jakarta, Selasa (12/8/2025). (Foto: Dok. prasasticenter.com)

RM.id  Rakyat Merdeka - Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia ada di angka 5,12 persen, lalu bisakah ekonomi tumbuh 8 persen pada tahun 2029 seperti yang diharapkan pemerintah? Jawabannya: bisa! Namun, ada syaratnya...

Syarat itu, dibeberkan mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah. Kata dia, Indonesia membutuhkan investasi hingga Rp 11.000 triliun untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Hal tersebut disampaikan Burhanuddin pada acara diskusi yang digelar lembaga riset Prasasti Center for Policy Studies di Jakarta, Selasa (12/8/2025).

Baca juga : Presiden Berkali-kali Bilang Ingin “Indonesia Incorporated”

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi 8 persen bisa tercapai jika investasi mencapai 52 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). “Kalau PDB kita Rp 22.000 triliun, maka kita perlu Rp 11.000 triliun,” ujar mantan Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran itu.

Bagaimana bisa meraih dana investasi segede itu? Dia menyarankan pemerintah mencari sumber-sumber baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satunya, melalui pengembangan ekonomi digital yang saat ini belum dimaksimalkan.

Burhanuddin menilai, ekonomi digital akan menjadi salah satu faktor kunci untuk mencapai target pertumbuhan 8 persen. Ia meminta pemerintah melanjutkan proses digitalisasi di berbagai sektor agar pertumbuhan ekonomi semakin efisien dan berdaya saing.

Baca juga : Effendy Choirie: Kesalahan Ini, Warisan Pemerintahan Lama

“Kalau 8 persen itu bisa kita capai, maka kita bisa keluar dari middle income trap dengan lebih cepat,” jelasnya.

Senada, Research Director Prasasti Gundy Cahyadi mengatakan, pemerintah perlu memaksimalkan potensi ekonomi digital untuk mengejar target pertumbuhan 8 persen pada 2029.

Menurutnya, Indonesia berpeluang mengembangkan pemanfaatan ekonomi digital di berbagai sektor. Kontribusi ekonomi digital Indonesia pada 2030 diperkirakan mencapai 220–360 miliar dolar AS, dengan dominasi 40 persen dari nilai ekonomi digital ASEAN.

Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Jika Disengaja, Tentu Ada Modus Dan Motifnya

Berdasarkan riset Prasasti, pada 2024 nilai ekonomi digital Indonesia mencapai Rp 1,86 kuadriliun atau setara 117,2 miliar dolar AS, berkontribusi 8,4 persen terhadap PDB nasional. Laju, pertumbuhan ekonomi digital juga tercatat 5–6 persen, lebih tinggi dibanding tren pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5 persen.

“Pertumbuhan ekonomi digital lebih cepat dibanding pertumbuhan ekonomi nasional. Ke depan, kontribusinya akan terus meningkat,” ujar Gundy.

Adsense

Sementara itu, Policy and Program Director Prasasti Piter Abdullah menambahkan, dari 17 sektor yang diteliti, pemanfaatan ekonomi digital terbukti lebih efisien dibanding sektor yang belum mengadopsinya. Hal itu tercermin dari indeks Incremental Capital Output Ratio (ICOR) sektor ekonomi digital yang tercatat 4,3, sementara rata-rata 17 sektor ekonomi nasional berada di angka 10,6.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense