Sebelumnya
“Artinya, setiap rupiah investasi di ekonomi digital mampu menghasilkan dua kali lipat output dibanding sektor konvensional. Semakin rendah angka ICOR menunjukkan semakin efisien suatu sektor dalam mengelola investasi menjadi output riil di perekonomian,” jelasnya.
Meski begitu, Piter mengingatkan adanya dua tantangan besar untuk mencapai pertumbuhan 8 persen, yakni tantangan global dan domestik. Tantangan global antara lain konflik geopolitik yang tak kunjung usai.
“Belum selesai Ukraina, sudah ada masalah Israel. Belum selesai Israel, muncul Thailand vs Kamboja yang sudah di depan mata. Persoalan geopolitik ini memunculkan ketidakpastian dan berdampak pada rantai pasok global,” katanya.
Baca juga : Presiden Berkali-kali Bilang Ingin “Indonesia Incorporated”
Tantangan domestik, lanjutnya, adalah perlunya reformasi struktural yang sudah lama dibicarakan.
Sehari sebelumnya, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily menilai, Danantara akan berperan penting dalam mencapai target pertumbuhan 8 persen.
“Salah satu instrumen utamanya adalah investasi,” ujar Ace saat membuka seminar nasional Program Pendidikan Pimpinan Nasional Angkatan ke-25 (P3N 25) Lemhannas RI di Jakarta, Senin (11/8/2025).
Baca juga : Effendy Choirie: Kesalahan Ini, Warisan Pemerintahan Lama
Menurut Ace, Danantara mendapat mandat besar mengelola aset BUMN dengan total nilai mencapai Rp 14.000 triliun. Lembaga ini diharapkan menjadi instrumen pembiayaan utama proyek-proyek strategis nasional.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia mampu mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Untuk itu, ia mengingatkan agar pengelolaan ekonomi dilakukan secara efisien, berbasis logika, dan perhitungan akurat.
Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Jika Disengaja, Tentu Ada Modus Dan Motifnya
Prabowo juga menekankan pentingnya peran sektor swasta dalam pembangunan nasional, khususnya di bidang infrastruktur.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,12 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II-2025. Pertumbuhan ini ditopang oleh tiga faktor: permintaan domestik, pemulihan ekspor, dan peningkatan investasi. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.