BREAKING NEWS
 

Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas Lewat SMEXPO Merah Putih

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Jumat, 15 Agustus 2025 18:39 WIB
Foto: Pertamina

RM.id  Rakyat Merdeka - Peningkatan daya saing UMKM untuk menembus pasar nasional bahkan global menjadi fokus pembahasan dalam ajang SMEXPO Merah Putih di Grha Pertamina, Jakarta, 11–15 Agustus 2025.

Salah satu sesi unggulan, MINATALKS bertema “Skala Lokal, Visi Global: Peran UMKM dalam Rantai Pasok Nasional”, menghadirkan Angga Prabas, Project UKM & National Brand HIPPINDO.

HIPPINDO, yang menaungi 300 perusahaan, 800 merek, dan lebih dari 80.000 gerai dengan total 10 juta tenaga kerja, memaparkan kunci penguatan UMKM melalui tiga strategi: spreading untuk memperluas jangkauan pasar, branding untuk membangun kesadaran merek, serta selling untuk meningkatkan penjualan dan loyalitas pelanggan.

Baca juga : Kemenkop Dan KGN Dukung SDM Pengelola Kopdes Merah Putih Berbasis ToT

Menurut Angga, UMKM kerap menghadapi dua hambatan utama: produksi dan pemasaran. Dari sisi produksi, masalah yang muncul meliputi inovasi produk minim, skala produksi kecil, masa kedaluwarsa pendek, keterbatasan modal, legalitas belum lengkap, hingga desain kemasan yang kurang menarik. Dari sisi pemasaran, tantangannya adalah akses pasar terbatas, strategi pemasaran yang belum matang, hambatan regulasi, citra merek lemah, persaingan ketat dengan brand besar, dan pola pengelolaan usaha yang serba mandiri.

Adsense

Untuk mengatasi hal ini, ia menyarankan langkah konkret seperti mengikuti pelatihan, mengembangkan produk berkualitas dengan inovasi, melengkapi legalitas, memperbaiki kemasan, menjalin kerja sama pembiayaan bunga rendah, menetapkan harga eceran yang tepat, meningkatkan kapasitas produksi, memperpanjang masa kedaluwarsa, memanfaatkan media digital, serta aktif di pameran dan business matching.

Peluang kerja sama B2B seperti skema putus returnable, konsinyasi, dan private label dinilai dapat memberikan keuntungan strategis bagi UMKM, mulai dari target pasar yang lebih tepat hingga efisiensi logistik. “UMKM harus berani berpikir global meski bergerak dari skala lokal. Kuncinya ada pada inovasi, konsistensi, dan kemitraan tepat sasaran,” ujar Angga.

Baca juga : Pertamina Bina UMKM DDistillers, Ubah Lahan Kritis Dan Serap 2 Ribu Warga Desa

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menegaskan, Pertamina ingin menjadi jembatan yang menghubungkan UMKM dengan ekosistem bisnis yang lebih luas. Program ini selaras dengan Asta Cita pemerintahan Prabowo–Gibran, khususnya peningkatan lapangan kerja, kewirausahaan, dan industri kreatif.

“Dengan dukungan yang tepat, UMKM bukan hanya penggerak ekonomi daerah, tetapi juga pemain penting dalam rantai pasok nasional,” kata Fadjar.

Pertamina juga menegaskan komitmennya terhadap target net zero emission 2060 dan penerapan prinsip ESG di seluruh lini bisnis, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense