RM.id Rakyat Merdeka - Hingga pertengahan Agustus 2025, bantuan pangan beras sudah tersalurkan sebanyak 91 persen. Pemerintah memastikan stok beras aman, sehingga masyarakat jangan khawatir.
Bantuan pangan beras alokasi Juni dan Juli 2025 yang disalurkan melalui Perum Bulog, diharapkan menjadi penyokong ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah.
Hingga pertengahan Agustus 2025, sebanyak 18.277.083 Penerima Bantuan Pangan (PBP) se-Indonesia telah menerima guyuran beras berkualitas baik sebanyak 20 kilogram (kg) per Kepala Keluarga (KK). Total target beras yang bakal digelontorkan Pemerintah mencapai 365 ribu ton.
Baca juga : Gubernur Pramono Kaji Opsi Bangun Jembatan
“Saat ini sudah 91 persen dari target yang tersalurkan. Masyarakat yang masuk kelompok desil 1 sampai 7, sekarang punya beras,” ujar Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi dalam keterangan resmi Bapanas yang dikutip Selasa (19/8/2025).
Arief menegaskan, Pemerintah bersama Bulog akan terus mengeskalasi penyaluran, terutama ke wilayah-wilayah Indonesia Timur.
Dari pantauan Bapanas, per 13 Agustus 2025 Bulog telah berhasil mendistribusikan sebanyak 333,4 ribu ton atau 91,2 persen dari target 365,5 ribu ton.
Baca juga : Ameera Khan, Ngebet Dinikahi Jefri Nichol
Kendati begitu, masih ada provinsi dengan penyaluran di bawah 50 persen karena tantangan geografis. Seperti Maluku Utara baru 37,85 persen; Papua Pegunungan 34,45 persen; Papua Tengah 5,85 persen dan Papua Selatan baru 0,75 persen.
“Pemerintah punya cadangan pangan untuk intervensi melalui bantuan pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras dan Gerakan Pangan Murah (GPM). Hari ini beras Pemerintah ada 3,9 juta ton, sudah disalurkan supaya harga beras turun, tapi harga gabah petani tetap di atas Rp 6.500,” beber Arief.
Untuk operasi pasar SPHP beras, lanjut Arief, pihaknya sudah meminta percepatan distribusi.
Baca juga : Hukum Harus Jadi Pedang Keadilan yang Tak Pilih Kasih
“Karena 1,3 juta ton beras harus tersalurkan di periode Juli sampai Desember 2025. Penyalurannya lewat jalur tata niaga yang ada. Termasuk ke pasar-pasar agar akses masyarakat lebih mudah,” paparnya.
Sebelumnya, dalam upaya percepatan penyaluran beras SPHP, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta Bulog meningkatkan penyaluran harian hingga 10 ribu ton dan segera mengucurkan beras ke pasar-pasar.
“Kami pastikan stok beras aman. Bulog melaporkan masih ada 3,9 juta ton stok beras. Masyarakat tidak usah khawatir. Pasokan beras kita aman, lebih dari cukup,” kata Zulhas. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.